TNI akan Netral dalam Pilgub Sumut - Kompas.com

TNI akan Netral dalam Pilgub Sumut

Kompas.com - 05/10/2012, 15:47 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Tentara Nasional Indonesia (TNI) tetap akan bersikap netral dalam setiap pemilihan umum, baik tingkat nasional maupun daerah. Ini sesuai dengan reformasi TNI yang telah bergulir sejak akhir 1990-an. TNI yang berada di bawah Kodam I/Bukit Barisan juga akan netral dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara tahun depan.          

"Agenda pertama dari reformasi TNI adalah netralitas. Kami tetap menjaga netralitas meskipun ada calon gubernur entah dia mantan TNI, entah dia sipil. Netralitas sebagai agenda reformasi tetap kami usung," kata Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayor Jenderal Lodewijk F Paulus seusai perayaan Hari Ulang Tahun ke-67 TNI di Medan, Jumat (5/10/2012). Salah satu bakal calon Gubernur Sumatera Utara adalah Letnan Jenderal AY Nasution. Menurut Lodewijk, Ay sudah pensiun dan kembali ke rakyat sebagai masyarakat sipil. TNI tetap berusaha netral dalam pemilihan gubernur Sumut kelak. Dia menambahkan, TNI bertekad bulat untuk kembali sebagai tentara nasional, tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara profesional. "Kami bekerja tanpa pamrih, solid, dan berwawasan," ujarnya.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorTjahja Gunawan Diredja

    Terkini Lainnya

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Internasional
    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Nasional
    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Regional
    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Internasional
    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Nasional
    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Internasional
    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Internasional
    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Nasional
    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Regional
    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Regional
    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Nasional
    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Regional
    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Internasional
    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Internasional
    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Regional

    Close Ads X