Kompas.com - 03/10/2012, 17:29 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

PADANG, KOMPAS.com - Tindakan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumbar menyelamatkan satwa-satwa langka dari tangan kolektor ilegal masih jalan di tempat. Pada Rabu (3/10/2012) baru satu ekor bilou (Hylobates klossii) yang disita sejak penggerebekan dilakukan pada Senin (17/9/2012) malam lalu.

Padahal saat penggerebekan dilakukan dalam gudang CV Mitratama Distribusi Persada milik kolektor ilegal berinisial IE di kawasan Lubuk Begalung, Kota Padang ditemukan beruang madu, elang, kakatua jambul kuning, nuri, siamang, burung merak, dan ayam mutiara.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Surajiya enggan menjelaskan mengapa proses penyitaan belum juga dilanjutkan.

Wakil Direktur LBH Padang Roni Saputra mengatakan BKSDA Sumbar mestinya bisa melakukan koordinasi dengan kepolisian jika takut melakukan tindakan hukum sendirian. Ini menyusul tindakan iE yang patut diduga melanggar pidana Undang-Undang Momor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.    

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.