Letusan Gunung Lokon Getarkan Rumah Warga - Kompas.com

Letusan Gunung Lokon Getarkan Rumah Warga

Kompas.com - 20/09/2012, 12:50 WIB

MANADO, KOMPAS.com — Letusan Gunung Lokon di Kota Tomohon, Rabu (19/9/2-12) sekitar pukul 23.01 Wita, menggetarkan rumah warga yang berada dalam radius lima kilometer. Sejumlah warga mengaku sempat terjaga mendengar dentuman.

Ricky Pitoy, yang tinggal di Woloan, Kota Tomohon, menyebut, tiang rumah bergoyang dan kaca-kaca bergetar ketika Lokon meletus pada Rabu malam. "Kami yang tidur terbangun merasa goyangan Lokon," kata Ricky.

Letusan dari Gunung Lokon di tengah malam yang mengeluarkan bunyi dentuman kuat sempat membuat warga panik. Menurut Renata, warga Kakaskasen, warga ramai-ramai keluar rumah saat mendengar bunyi letusan.

Meski demikian, letusan Lokon tidak sempat merusak ataupun merobohkan bangunan warga. Letusan Lokon pada Rabu malam melontarkan material vulkanik hingga 1.500 meter dari kawah Tompaluan.

Farid Ruskanda, petugas pengamat gunung api Lokon dan Mahawu, mengatakan, sebelum meletus, aktivitas vulkanik Gunung Lokon terus meningkat ditandai dengan terekamnya gempa bumi vulkanik dalam dan dangkal sejak pukul 18.00 Wita.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorMarcus Suprihadi

    Terkini Lainnya

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

    Internasional
    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

    Nasional
    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

    Regional
    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

    Internasional
    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

    Nasional
    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

    Internasional
    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

    Internasional
    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

    Nasional
    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

    Regional
    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

    Regional
    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

    Nasional
    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

    Regional
    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

    Internasional
    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

    Internasional
    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

    Regional

    Close Ads X