Kompas.com - 31/07/2012, 13:05 WIB
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com -- Di Kota Malang, Jawa Timur, masih banyak ditemukan makanan dan minuman (mamin) kedaluarsa dan beredar di beberapa swalayan. Salah satunya adalah susu kemasan kaleng kedaluarsa dan kondisinya penyok.

"Selama kita melakukan inspeksi mendadak sejak awal puasa, yang banyak ditemukan adalah mamin kedaluarsa. Paling banyak ditemukan yang kedaluarsa adalah susu kemasan kaleng, ada yang tak bermerek dan kondisi kalengnya sudah penyok," jelas Mahmudah, sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Malang, saat melakukan sidak di lima lokasi di Swalayan di Kota Malang, Selasa (31/7/2012).

Dari hasil Sidak Mamin Selasa (31/7/2012) jelas Mahmudah, pihaknya telah menemukan empat susu kemasan kaleng yang penyok di swalayan Avans, Sawojajar, Kota Malang.

"Kalau setahun lalu banyak ditemukan susu kedaluarsa dan tidak berlebel. Tahun ini, sudah lumayan lebih sedikit dibanding tahun lalu. Namun tetap ada pelanggaran," katanya.

Selain ditemukan susu kaleng yang kemasannya penyok dan tak layak konsumsi, tim dari Disperindag juga menemukan makanan ringan rengginang yang sudah kedaluarsa. "Kalau rengginang ini tak boleh dijual, karena sudah kedaluarsa. Ini banyak yang tersedia. Kalau barang yang ditemukan banyak, bisa langsung dimusnahkan atau diberi surat berita acara," katanya.

Selain di swalayan Avans, Disperindag juga banyak menemukan susu kemasan kaleng yang penyok dan mamin lainnya yang kedaluarsa. "Tapi barangnya tidak banyak. Hanya ada beberapa aja," katanya.

Ditanya tindakan tegas pihak Disperindag terkait penemuan makanan dan minuman kedaluarsa, Mahmudah hanya mengatakan akan melakukan pembinaan. "Kita akan bisa terus (bina, red) agar lebih baik dan tidak menjual barang kedaluarsa dan rusak pada konsumen. Kalau konsumen ada keluhan, silakan melapor," katanya, tak mau menyebutkan sanksi tegas.

Sementara itu, menanggapi banyaknya barang yang ditemukan kedaluarasa dan kondisi tak layak konsumsi, Sunarwati, koordinator penjualan Swalayan Avans berjanji akan lebih selektif membeli barang yang dijual di swalayan yang dipimpinnya. "Ke depannya, kita akan lebih mengawasi lagi, biar seleksi barangnya lebih ketat," katanya singkat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X