Alat Musik Drumben Lokal Saingi Produk Asing - Kompas.com

Alat Musik Drumben Lokal Saingi Produk Asing

Kompas.com - 18/06/2012, 02:50 WIB

Pasuruan, Kompas - Alat musik drumben buatan perajin dalam negeri sudah menembus pasar luar negeri. Di dalam negeri, produk usaha rumahan ini bahkan mampu menyaingi produk impor serupa.

”Saya baru saja menjual 100 alat musik drumben ke Yogyakarta. Dari Yogya, alat musik itu dijual ke Malaysia. Saya belum punya jaringan pemasaran langsung ke Malaysia,” ujar Abdul Rohim, perajin alat musik drumben asal Rejoso, Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (17/6).

Dengan berhasil menjual produk buatannya hingga ke Malaysia, Rohim mengartikan kualitas produk perajin lokal sudah bagus. ”Artinya, sebenarnya kualitas buatan dalam negeri sudah mampu bersaing ke luar negeri. Sayangnya, saat ini memang kami belum memiliki jaringan pemasaran langsung ke luar negeri sehingga permintaan masih berdasarkan pesanan perantara,” katanya.

Jika sudah memiliki jaringan secara langsung, Rohim yakin usaha kerajinan drumben dalam negeri akan terus berkembang. Saat ini pasar alat musik drumben buatan Rohim mulai dari Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga ujung timur Jawa Timur, yaitu Banyuwangi.

”Alat musik buatan kami memiliki kualitas bagus, tetapi harganya bisa 10 kali lipat lebih murah daripada alat musik serupa produk impor,” kata Rohim. Misalnya, alat musik bass drum buatan Rohim dijual di pasaran Rp 850.000 per buah, sementara harga produk serupa hasil impor Rp 8,5 juta per buah.

Rohim mampu menjual rata-rata dua unit alat musik drumben lengkap, lebih kurang 50 alat musik, mulai dari stik mayoret, drum, cymbal, dan bass drum. Harga satu set alat musik drumben ini Rp 8 juta-Rp 11 juta.

Kelebihan alat musik drumben lokal, menurut Mahrus, perajin alat musik drumben yang juga asal Rejoso, selain murah, juga bisa dibuat dari besi-besi bekas. Perajin meleburnya kembali, mencetak kembali, hingga menyetel ulang alat musik tersebut.

(DIA)


Editor

Terkini Lainnya

Kunjungi Korban Gempa Banjarnegara, Jokowi Jelaskan Bantuan bagi Warga

Kunjungi Korban Gempa Banjarnegara, Jokowi Jelaskan Bantuan bagi Warga

Nasional
Wiranto: Banyak Informasi Tentang Papua Diselewengkan ke Negara Pasifik

Wiranto: Banyak Informasi Tentang Papua Diselewengkan ke Negara Pasifik

Nasional
Kamar Bersalin Kate Middleton Harganya Rp 146 Juta Semalam

Kamar Bersalin Kate Middleton Harganya Rp 146 Juta Semalam

Internasional
Kendarai Mobil dengan Kondisi Mabuk, 4 Warga Diamankan Polisi

Kendarai Mobil dengan Kondisi Mabuk, 4 Warga Diamankan Polisi

Regional
Pelaku Aksi Teror Paris di 2015 Divonis 20 Tahun Penjara

Pelaku Aksi Teror Paris di 2015 Divonis 20 Tahun Penjara

Internasional
Polri Ungkap Jaringan Perdagangan Orang ke Arab Saudi dengan 910 Korban

Polri Ungkap Jaringan Perdagangan Orang ke Arab Saudi dengan 910 Korban

Nasional
Jelang UNBK, SMP Muhammadiyah 14 Koja Kehilangan 14 Laptop

Jelang UNBK, SMP Muhammadiyah 14 Koja Kehilangan 14 Laptop

Megapolitan
Pemerintah RI Persilakan Negara Pasifik Lihat Papua dari Dekat

Pemerintah RI Persilakan Negara Pasifik Lihat Papua dari Dekat

Nasional
Susi Pudjiastuti Belum Berijazah SMA, Relawan 'JOSS' Bakal Tempuh Jalur Konstitusi

Susi Pudjiastuti Belum Berijazah SMA, Relawan "JOSS" Bakal Tempuh Jalur Konstitusi

Nasional
Kata Sandiaga, Jalan Jatibaru Tetap Ditutup pada Penataan Tanah Abang Tahap II

Kata Sandiaga, Jalan Jatibaru Tetap Ditutup pada Penataan Tanah Abang Tahap II

Megapolitan
Dishub DKI Akan Audit Kelaikan Seluruh Transportasi Laut

Dishub DKI Akan Audit Kelaikan Seluruh Transportasi Laut

Megapolitan
Ahmad Dhani: Dari Ribuan 'Tweet' Saya, Tak Ada yang Rendahkan Suku atau Agama Lain

Ahmad Dhani: Dari Ribuan "Tweet" Saya, Tak Ada yang Rendahkan Suku atau Agama Lain

Megapolitan
Bom Bunuh Diri di Kabul, Netizen Salahkan Pemerintah Afghanistan

Bom Bunuh Diri di Kabul, Netizen Salahkan Pemerintah Afghanistan

Internasional
Menkumham Persilakan Eksekusi Hukuman Cambuk di Area Lapas

Menkumham Persilakan Eksekusi Hukuman Cambuk di Area Lapas

Nasional
Bertemu Komisi V, Perwakilan Ojek 'Online' Sampaikan Tiga Tuntutan

Bertemu Komisi V, Perwakilan Ojek "Online" Sampaikan Tiga Tuntutan

Nasional

Close Ads X