Nelayan Khawatirkan Pukat Cincin - Kompas.com

Nelayan Khawatirkan Pukat Cincin

Kompas.com - 03/06/2012, 11:48 WIB

PADANG, KOMPAS.com -- Nelayan yang menggunakan kapal bagan di Kota Padang, Sumatera Barat, mengkhawatirkan praktik penangkapan ikan yang menggunakan pukat cincin.

Sejumlah nelayan di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mengatakan, nelayan dengan pukat cincin berasal dari provinsi lain. Salah seorang nelayan, Afrizal (40) mengatakan hal itu berpengaruh pada jumlah tangkapan. Total tangkapan nelayan relatif turun akibat aktivitas itu selain pengaruh alam seperti bencana tsunami.

Sebagian besar nelayan kapal bagan di Kota Padang beroperasi hingga jarak sekitar 70 mil dari garis pantai. Keterbatasan alat tangkap membuat wilayah operasional tidak bisa diperluas hingga mencapai seluruh kawasan zona ekonomi eksklusif selebar 200 mil.  

Afrizal menyebutkan, saat ini jumlah tangkapan hanya berkisar 2,5 ton. Sekitar tiga tahun lalu jumlah itu bisa mencapai lima ton untuk sekali berlayar. Rata-rata waktu berlayar kapal bagan selama tiga hari penuh di lautan. Penangkapan ikan dilakukan dengan menebar rumpon dari daun pinang di tengah perairan.

Setelah itu lampu-lampu berkekuatan besar yang dipasang di sekeliling kapal bagan disorotkan ke atas permukaan laut. Ikan-ikan terpancing naik ke sekitar rumpon, lalu ditangkap dengan jaring untuk seterusnya dipasarkan ke Aceh, Pekanbaru, dan Jambi.

"Tapi selama saya melaut belum pernah bertemu dengan nelayan dari negara lain. Kalau dari daerah lain ada," kata Afrizal. Adapun wilayah tangkapannya berada pada kisaran 70 mil dari Padang atau berada di kawasan perairan sebelum Kepulauan Mentawai.

Zainal (46), seorang pengelola kapal bagan mengatakan, ancaman terutama bagi nelayan bagan saat ini ialah beroperasinya kapal-kapal penangkap ikan dengan pukat cincin. "Kapal-kapal itu bukan dari Sumbar," ujarnya.

Menurut Zainal, praktik itu cenderung makin mengurangi jumlah tangkapan ikan tongkol yang diincar nelayan bagan Sumbar. Padahal, menurut Zainal, setelah tsunami melanda sebagian Kepulauan Mentawai pada 2010 lalu jumlah tangkapan ikan tongkol juga cenderung makin berkurang.

Hal itu relatif bertolak belakang dengan jumlah tangkapan ikan di wilayah laut Sumbar yang berdasarkan catatan Dinas kelautan dan Perikanan Sumbar tercatat naik antara 2010 dan 2010. S epanjang 2011 tercatat 196.511,5 ton ikan ditangkap. Jumlah itu naik dibandingkan 2010 yang sebesar 192.658,4 ton.


EditorNasru Alam Aziz

Terkini Lainnya

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Internasional
Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Regional
Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Internasional
Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Nasional
Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Internasional
Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Internasional
Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Nasional
Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Regional
Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Regional
Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Nasional
Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Regional
Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Internasional
Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Internasional
Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Regional

Close Ads X