Polisi Periksa Penjaga Makam Sultan Hasanuddin - Kompas.com

Polisi Periksa Penjaga Makam Sultan Hasanuddin

Kompas.com - 25/05/2012, 17:21 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Gowa terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait perusakan makam Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin. Bahkan, polisi menintensifkan pemeriksaan terhadap penanggung jawab dan penjaga makam Raja Gowa XVII ini.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 8 orang saksi dalam kasus perusakan makam Sultan Hasanuddin. Rata-rata saksi yang diperiksa yakni penjaga makam, satpam, warga sekitar makam yang terletak di Jl Pallantikan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

"Sampai sejauh ini, kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Sudah 8 saksi yang kita periksa dan pemeriksaan lebih diintensifkan kepada penjaga makam. Kalau mengarah pada motif dan pelakunya, sampai saat ini kita belum tahu," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Gowa, AKP Anwar Lamahesa kepada Kompas.com, Jumat (25/5/2012).

Makam pahlawan nasional Sultan Hasanuddin dirusak orang tak dikenal, Kamis (24/5/2012) dini hari. Batu nisan dirobohkan hingga berserakan di tanah, patung ayam jago yang berada di atas makam dan permata imitasi di jari patung Sultan Hasanuddin serta potongan batu ukiran nama Sultan Hasanuddin hilang.

Perusakan ini terjadi lantaran makam Sultan Hasanuddin yang dijuluki Ayam Jantan Dari Timur tidak dijaga pada malam hari. Penjaga makam hanya bertugas pada siang hari, saat pengunjung banyak yang ingin berziarah. Demikian pula dengan penanggung jawab makam, Abdul Halik yang pertama kali melihat kejadian itu. Halik yang mulai bertugas sejak 2009 mengaku, dirinya beristirahat di rumahnya yang berjarak 500 meter dari makam pada malam harinya.


EditorI Made Asdhiana

Terkini Lainnya

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Internasional
Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Regional
Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Internasional
Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Nasional
Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Internasional
Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Internasional
Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Nasional
Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Regional
Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Regional
Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Nasional
Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Regional
Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Internasional
Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Internasional
Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Regional

Close Ads X