Kompas.com - 02/05/2012, 15:55 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

JAMBI, KOMPAS.com - Rati Galingging (36), mengalami keguguran saat ikut aksi solidaritas dan demonstrasi petani di depan kantor gubernur Jambi pada Senin lalu. Menurut salah seorang koordinator aksi tersebut, Joko Supriyadi Nata, Rabu (2/5/2012), ratusan petani yang berkumpul di depan kantor gubernur Jambi merupakan aksi solidaritas atas ditangkapnya Mawardi (29) yang juga ketua Serikat Tani Nasional (STN) Provinsi Jambi oleh Polda Jambi.

Mawardi diduga menjadi provokator dalam aksi pendudukan lahan milik salah satu perusahaan perkebunan di daerah itu. "Aksi ini kami gelar sejak Sabtu malam (28/4), karena kami menilai, penangkapan rekan kami oleh polisi merupakan bentuk kriminalisasi terhadap hak-hak petani," ujarnya.

Menurut Joko, Rati Galingging seorang petani dari Desa Mekar Jaya, Kabupaten Sarolangun, meski tengah hamil enam bulan nekad ikut berdemonstrasi karena merasa sudah tidak tahan atas konflik lahan dengan perusahaan perkebunan di daerahnya selama bertahun-tahun. "Ratusan petani di sini berasal dari beberapa kabupaten seperti Sarolangun, Batanghari dan Tebo. Termasuk ibu Rati yang rela menuntut haknya saat tengah hamil enam bulan, hingga kejadian keguguran itu pun tidak terhindarkan," jelas Joko.

Ia mengatakan, pada Senin sore sekitar pukul 17.30 WIB, Rati tiba-tiba jatuh pingsan dan langsung dilarikan ke RSUD Raden Mattaher, Jambi. "Kejadian ini diduga karena Bu Rati mengalami shock berat akibat proses penyelesaian sengketa lahan yang tak kunjung selesai yang dimediasi pemerintah kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Jambi," ujar Joko.

Joko menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di RSUD Raden Mattaher Jambi, bayi kandungan Rati dinyatakan telah meninggal dunia saat masih di kandungan. 

Para petani di dua kabupaten yakni Sarolangun dan Batanghari menuntut penyerahan lahan atau "enclave" seluas 3.500 hektare untuk warga Suku Anak Dalam (SAD), 8.000 hektar untuk warga di Desa Kunangan Jaya, dan 3.482 hektar di Desa Mekar Jaya, Sarolangun yang diklaim telah dikuasai tiga perusahaan besar di daerah itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.