Intimidasi Mulai Bermunculan di Aceh

Kompas.com - 08/04/2012, 23:29 WIB
Penulis Nina Susilo
|
EditorMarcus Suprihadi

LANGSA, KOMPAS.com- Menjelang pemilihan kepala daerah di Provinsi Aceh, intimidasi kepada warga sudah mulai terjadi. Namun, pelanggaran atas proses demokrasi ini sulit diproses secara hukum.

"Kami sudah mendengar beberapa laporan adanya intimidasi pada warga untuk memilih pasangan calon dari partai tertentu," kata Ketua Panwaslu Kota Langsa, Eka Saputra, di Langsa, Aceh, Minggu (8/4/2012).

Menurut Eka, umumnya warga didatangi di rumah mereka, utamanya yang bermukim di pesisir. Masalahnya, lanjut Eka, warga enggan melapor karena takut. Akibatnya, Panwaslu pun tidak bisa menindaklanjuti laporan ini.

Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelini menambahkan, laporan adanya intimidasi di beberapa titik sudah mulai masuk ke Panwas Provinsi Aceh. Dikhawatirkan, pihak yang terintimidasi bukan hanya masyarakat, tetapi juga penyelenggara pemilu. Ini jelas mengganggu proses demokrasi di Serambi Mekah.

Eka menambahkan, intimidasi bisa teratasi bila petugas keamanaan menjaga ketat. Penjagaan dirasa cukup sebab masyarakat Langsa plural. Jadi, sepanjang aparat mengamankan warga dari intimidasi, dampak bisa diminimalisir.

Hari ini, tiga anggota Bawaslu turun ke Provinsi Aceh untuk mengawasi pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh serta 17 kepala daerah kabupaten/kota lainnya, Senin (9/4) besok.

Selain Tio, Nur Hidayat Sardini memantau di Bener Meriah, sedangkan Wirdianingsih di Banda Aceh. Menurut Wirdianingsih, persiapan logistik di ibukota umumnya baik. Namun, di beberapa tempat pemungutan suara ada daftar pemilih tetap (DPT) yang hanya mencantumkan nama tanpa tanggal lahir. Ini ditemukan di Desa Merduati dan Desa Lamseupung Banda Aceh.

Saat ini, kata Wirdianingsih, masalah ini masih dicek. Di sisi lain, tambah Wirdianingsih, aturan bahwa warga yang tercantum di daftar pemilih sementara dapat memberikan suara kendati tidak tidak tertulis dalam DPT. Semestinya, kata Wirdianingsih, hal ini disosialisasikan Komisi Independen Pemilihan kepada warga. Sebab, masih ada DPT ganda seperti di Aceh Tengah, Kota Banda Aceh, dan Aceh Besar.

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

    Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

    Regional
    Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

    Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

    Regional
    Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

    Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

    Regional
    Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

    Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

    Regional
    Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

    Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

    Regional
    Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

    Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

    Regional
    Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

    Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

    Regional
    'Fun Bike' Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

    "Fun Bike" Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

    Regional
    Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

    Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

    Regional
    Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

    Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

    Regional
    UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

    UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

    Regional
    Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

    Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

    Regional
    UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

    UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

    Regional
    UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

    UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

    Regional
    Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

    Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X