Jangan Basmi "Tomcat"

Kompas.com - 21/03/2012, 19:11 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa hari terakhir, serangga jenis Paederus fuscipes atau kumbang tomcat memang dipandang merugikan karena banyak yang menjadi korbannya, terutama di Surabaya, Jawa Timur.

Tomcat mengeluarkan racun tubuh yang kuat sehingga dapat menyebabkan dermatitis yang ditandai dengan kulit melepuh serta mengeluarkan cairan dan gatal.

Semakin banyaknya warga yang menjadi korban menimbulkan pertanyaan, bagaimana cara mengatasinya? Haruskah serangga ini dibasmi saja?

"Tomcat tidak perlu diberantas," kata pakar serangga dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Hari Sutrisno, kepada Kompas.com, Selasa (20/3/2012).

Menurut Hari, hal yang perlu dilakukan hanyalah mengendalikan populasinya dan mencegah agar tak menyerang manusia.

Jika populasinya melonjak terlalu banyak seperti yang terjadi di Surabaya, penyemprotan pestisida untuk membunuhnya boleh saja. Dinas kesehatan setempat memilih menggunakan pestisida alami dari campuran laos, sereh, dan nimba agar tidak mengganggu lingkungan.

Namun, menurut Hari, penyemprotan cukup dilakukan di lingkungan permukiman saja.

"Artinya hanya mencegah serangan, tidak perlu sampai ke sawah-sawah," tutur Hari saat dihubungi Kompas.com.

Alasan utama untuk tidak membasminya karena tomcat adalah serangga yang menguntungkan, terutama bagi para petani. Tomcat diketahui merupakan predator hama wereng coklat. Kalau serangga ini dihabisi, justru akan mengganggu ekosistem.

Hari menuturkan, serangan tomcat pada dasarnya tak akan berlangsung lama. Dalam waktu lebih kurang sebulan, populasi tomcat sudah akan berkurang sehingga serangan juga akan berkurang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ayah yang Bunuh 2 Anaknya dan Sembunyi di Pohon Kelapa Terancam Hukuman Mati

    Ayah yang Bunuh 2 Anaknya dan Sembunyi di Pohon Kelapa Terancam Hukuman Mati

    Regional
    Sedang Memancing, 2 Pelajar Kaget Temukan Kerangka Seorang Kakek

    Sedang Memancing, 2 Pelajar Kaget Temukan Kerangka Seorang Kakek

    Regional
    Atas Permintaan Wali Murid, SMP di Brebes Sekolah Tatap Muka, Siswa Diminta Tak Pakai Seragam

    Atas Permintaan Wali Murid, SMP di Brebes Sekolah Tatap Muka, Siswa Diminta Tak Pakai Seragam

    Regional
    1 WN Amerika Tenggelam, 20 Penyelam Profesional Dikerahkan dan 2 Perwira TNI Ikut Pantau

    1 WN Amerika Tenggelam, 20 Penyelam Profesional Dikerahkan dan 2 Perwira TNI Ikut Pantau

    Regional
    Bocah 8 Tahun Dicabuli, Dibunuh, dan Dibuang ke Semak-semak, Ini Motif Tersangka

    Bocah 8 Tahun Dicabuli, Dibunuh, dan Dibuang ke Semak-semak, Ini Motif Tersangka

    Regional
    Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bupati Jombang Menyesalkan

    Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bupati Jombang Menyesalkan

    Regional
    Ayah Perkosa Anak Tiri hingga Hamil, Ibu Korban Tutupi Perbuatan Pelaku, Terbongkar Setelah Melahirkan

    Ayah Perkosa Anak Tiri hingga Hamil, Ibu Korban Tutupi Perbuatan Pelaku, Terbongkar Setelah Melahirkan

    Regional
    Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba Diharapkan Selesai Sebelum HUT RI

    Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba Diharapkan Selesai Sebelum HUT RI

    Regional
    1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Ditemukan, 3 Orang Masih Dicari

    1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Ditemukan, 3 Orang Masih Dicari

    Regional
    Pemuda Ini Cabuli dan Bunuh Bocah 8 Tahun, Mengaku Sering Dimarahi Orangtua Korban

    Pemuda Ini Cabuli dan Bunuh Bocah 8 Tahun, Mengaku Sering Dimarahi Orangtua Korban

    Regional
    19 Hari Menghilang, Seorang Kakek Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

    19 Hari Menghilang, Seorang Kakek Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

    Regional
    Nasib Nenek Uho, Ditemukan Tergolek Tak Berdaya di Gubuk Bersama Ayam

    Nasib Nenek Uho, Ditemukan Tergolek Tak Berdaya di Gubuk Bersama Ayam

    Regional
    Polisi Ringkus Komplotan Begal, 4 Pelaku Masih di Bawah Umur

    Polisi Ringkus Komplotan Begal, 4 Pelaku Masih di Bawah Umur

    Regional
    Pemkot Semarang Upayakan Semua Siswa dan Guru Dapatkan Kuota Internet Gratis

    Pemkot Semarang Upayakan Semua Siswa dan Guru Dapatkan Kuota Internet Gratis

    Regional
    Pria Ini Perkosa Anak Tirinya Sampai Hamil, Bayinya Meninggal Setelah Dilahirkan

    Pria Ini Perkosa Anak Tirinya Sampai Hamil, Bayinya Meninggal Setelah Dilahirkan

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X