Lima Bom Pipa Disita, Enam Warga Aceh Ditangkap

Kompas.com - 12/03/2012, 18:31 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Aceh menyita lima bom pipa dan menangkap enam orang warga Aceh yang diduga terkait dengan temuan bom jenis rakitan tersebut.

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan upaya peledakan bom tersebut dengan kegiatan kelompok tertentu untuk mengganggu keamanan Aceh menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Aceh.

Kepala Polda Aceh Inspektur Jenderal Iskandar Hasan, Senin (12/3/2012), mengungkapkan, lima bom rakitan tersebut di dalamnya berisi bahan-bahan peledak kategori low explosive yang berbahaya.

"Kalau kami rumuskan dalam teorinya, ini adalah bom rakitan. Dalam bom itu ada beberapa barang, benda , kalau meledak mengenai sasaran. Sasarannya bisa manusia maupun benda-benda lainnya," kata dia.

Bom rakitan itu dirakit di dalam tabung pipa sepanjang 60 centimeter, dengan diameter 15 centimeter.

"Komposisi di dalamnya di antaranya bubuk mesiu dan partikel-partikel lain, yang dilengkapi dengan pengapian, serta rangkaian kabel. Artinya, secara hukum, definisi bahan peledaknya sudah masuk kategori bahan peledak yang membahayakan," ujar Iskandar.

Enam orang yang ditangkap tersebut masing-masing berisinial KM, MNS, RM, US, SL, dan DG. Mereka ditangkap di dua tempat yang berbeda. MNS, RM, KM ditangkap di jalan raya wilayah Desa Gampong, Meunasah Lhok, Kecamatan Lhong, Aceh Besar pada Sabtu (10/3/2012) dini hari sekitar pukul 02.00.

Ketiga orang itu ditangkap sewaktu mengendarai mobil Daihatsu Terios yang mengangkut bahan-bahan peledak tadi. Mobil tersebut meluncur ke arah barat, kata Iskandar.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 02.30, di tempat berbeda, yaitu di Aceh Utara, polisi meringkus US, SL, dan DG. Ketiganya bersembunyi di rumah persembunyian mereka di Aceh Utara.

Iskandar menolak menyebutkan di institusi atau organisasi apa orang-orang yang ditangkap tersebut bernaung. Saya tidak bisa menyebutkan darimana pelakunya. Yang jelas pelakunya sau dara saya juga yang dari Aceh, titik, saudara saya, tegas dia.

Mengenai keterkaitan dengan upaya mengganggu situasi keamanan menjelang pilkada, Iskandar mengatakan, "Ya kalau dilihat cara mereka membawa itu buat apa meledak. Kalau dia meledaknya di laut ya insyallah ikan yang mati jadi tidak ada pengaruhnya dengan situasi keamanan. Tapi, kalau meledaknya di darat walau tidak setuju pada satu calon tertentu, seseorang, pasti akan mempengaruhi. Kami belum selesai periksa."

Para tersangka kini masih dalam investigasi tim gabungan Mabes Polri dan Polda Aceh. Para pelaku ini juga diduga terkait dengan beberapa tindak kriminal. Namun, Iskandar mengaku belum dapat mengungkapkannya saat ini. "Kami akan memastikan dulu. Mana-mana yang terlibat. Mungkin, dari sekian orang itu ada yang terlibat, mungkin tidak," tandasnya.  

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.