Pembeli "Palsu" Curi 6 Kilogram Emas

Kompas.com - 20/02/2012, 16:42 WIB
|
EditorKistyarini

MALANG,KOMPAS.com - Emas seberat 6 kilogram di Toko Emas Bulan Purnama di mal Malang Town Square (Matos) Malang, Jawa Timur, raib setelah dicuri seseorang yang berpura-pura sebagai pembeli.

Toko emas tersebut milik Muklis Diagama (34), warga Jalan Danau Sentani, Perumahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Menurut salah seorang karyawan, Yuli Setyo Catur (25), pencurian itu terjadi pada sekitar pukul 10.00 WIB, saat toko baru dibuka oleh kelima karyawannya. Yuli mengaku dialah yang melayani "pembeli" itu.  "Lima karyawan itu, langsung bersih-bersih dan menyiapkan kebutuhan yang ada di dalam toko," katanya.

Saat itu, kata Yuli, toko emas itu sudah didatangi beberapa pengunjung. Masing-masing karyawan melayani seorang pengunjung. sudah mulai berdatangan para pengunjung yang akan membeli emas. "Sekitar pukul 10.30 WIB, saya sendiri, saat itu melayani si pelaku yang berpura-pura mau beli emas batangan itu," ujarnya kepada wartawan, Senin (20/2/2012).

Saat dia sudah mengeluarkan emas batangan dari elatase, orang itu mencoba memasukkannya ke dalam tas warna hitam yang dibawanya. "Katanya, kalau muat ditaruh di dalam tasnya, ia akan membelinya. Pelaku mengaku, akan membelikan bosnya yang ada di luar negeri," kata Yuli menirukan perkataan pelaku.

Saat Yuli lengah, pelaku langsung kabur membawa emas batangan tersebut. "Melihat pelaku kabur, membawa emas batangan itu, saya sudah teriak sambil lari mengejar pelaku ke luar toko," akunya.

Namun usaha Yuli sia-sia belaka. Pelaku kabur lewat pintu depan Matos dan melompati pagar setinggi sekitar 2 meter. Sementara di jalan di depan mal terbesar di Kota Malang itu sudah menunggu seorang rekannya.yang mengendarai sepeda motor. "Akhirnya sudah tak bisa dikejar," katanya.

Taksiran harga 6 kilogram emas itu adalah Rp 3,2 miliar. "Kalau diuangkan sekitar Rp 3,2 miliar. Yang jelas, pelaku itu sudah berkali-kali bolak balik ke sini, mengaku mau beli emas batangan itu," kata Yuli.

Sementara itu Kapolresta Malang, AKBP Teddy Minahasa Putra mengatakan, bahwa kejadian tersebut bukan perampokan. "Lebih tepatnya adalah penipuan atau pencurian," katanya.

Polresta Malang, tegasnya, sedang menyelidiki motif penipuan tersebut. "Apakah ada kerja sama dengan karyawan toko atau tidak, kami masih terus menyelidiki" katanya singkat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.