Polisi Izinkan Penggunaan Kembang Api Disertai Ledakan

Kompas.com - 21/01/2012, 15:17 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

PONTIANAK, KOMPAS.com Kepolisian Resor Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mengizinkan penggunaan kembang api yang disertai ledakan, kendati dikeluhkan oleh sejumlah kalangan karena mengganggu.

Kembang api marak dipakai masyarakat dalam malam pergantian tahun, termasuk dalam malam pergantian tahun baru China, Imlek.

Kepala Kepolisian Resor Kota Pontianak Komisaris Besar Muharrom Riyadi, Sabtu (21/1/2012), mengatakan, polisi melarang penggunaan petasan karena sudah ada dasar hukumnya.

"Kalau petasan, jelas, murni meledak. Kalau kembang api kan ada semburatnya, dan sekarang dimodifikasi dengan disertai bunyi-bunyian. Namun, tetap dipilah-pilah, mana yang boleh dan mana yang tidak, seperti arahan dari Mabes Polri," ujar Muharrom.

Muharrom mengatakan, larangan penjualan dan penggunaan petasan sudah diberikan sejak lama sebelum Natal dan Tahun Baru lalu. "Imbauan kepada pedagang sudah dilakukan dan terus dipantau. Sejauh ini, polisi belum menemukan ada petasan yang beredar dan digunakan masyarakat," kata Muharrom.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X