Dua Pelajar SMA Tewas Ditabrak Truk Batu Bara

Kompas.com - 04/01/2012, 21:41 WIB
EditorBenny N Joewono

LAHAT, KOMPAS.com - Dua pelajar SMA Negeri I Merapi Timur, Kabupaten Lahat di Sumatera Selatan, tewas dan satu lagi luka berat, setelah ditabrak truk angkutan batu bara di jalan lintas Sumatera (Jalinsum), saat pulang sekolah, Rabu.

Dua orang siswa itu tewas di lokasi kejadian akibat masuk ke kolong mobil, sedangkan satu orang lagi dilaporkan dalam kondisi tak sadar karena mengalami luka berat, setelah terhempas ke aspal jalan dan harus dirawat di RSUD Lahat.

Warga yang mengetahui kejadian itu beramai-ramai mendatangi lokasi kejadian, dan spontan menceburkan truk BG 8539 EC yang menabrak para pelajar itu ke dalam sungai berada di lokasi kejadian.

"Peristiwa tersebut berawal setelah jam pulang sekolah, para siswa langsung pulang dengan melalui jalan lintas Sumatera, dan ketiga orang siswa yaitu Rika, Ipo, dan Jimi memilih berjalan kaki beberapa meter sembari menunggu angkutan pedesaan yang datang dari arah Kota Lahat," kata Kapolsek Merapi Barat, AKP Fahrizon, Rabu (4/1/2012).

Kemudian, kata dia, ketiga siswa yang duduk di kelas X itu berjalan sejajar di pinggir jalan lintas tersebut. Saat asyik ngobrol, tiba-tiba dari arah Kabupaten Muaraenim, datang sebuah truk angkutan batu bara yang dikemudikan Soni (45), dengan kecepatan tinggi.

"Diduga tidak bisa mengendalikan laju kendaraan, truk tanpa muatan tersebut langsung menghantam ketiga pelajar itu. Akibatnya Rika dan Jimi, pelajar warga Desa Gunung Kembang tersebut mengalami luka cukup parah dan meninggal dunia ketika hendak dibawa ke Puskemas Kecamatan Merapi Barat, sedangkan Ipo juga mengalami luka di bagian tangah, kaki dan kepala," ujar dia.

Setelah dirawat di puskesmas setempat, Ipo, warga Desa Merapi tersebut langsung dirujuk ke RSUD Lahat untuk mendapat perawatan intensif lebih lanjut.

"Warga Desa Sirah Pulau yang mengatahui terjadi kecelakaan langsung berbondong-bondong menuju lokasi kejadian. Sopir truk terpaksa diamankan anggota Polsek dan Koramil Merapi Barat, menghindari amuk masa," kata dia lagi.

Sopir itu kemudian diamankan di Mapolsek Merapi Barat, lalu dibawa ke Satlantas Polres Lahat untuk dimintai keterangan.

"Aksi anarkis warga yang mengetahui kejadian tersebut tidak sampai terjadi seperti beberapa waktu lalu, karena anggota Polsek Merapi Barat dibantu anggota Satmapta Polres Lahat dan personel TNI setempat langsung mengamankan lokasi," kata dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X