Puisi Raksasa di Tugu Khatulistiwa - Kompas.com

Puisi Raksasa di Tugu Khatulistiwa

Kompas.com - 23/09/2011, 06:59 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com--Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyatakan kegembiraannya seiring ditunjuknya kota itu sebagai tuan rumah penulisan puisi raksasa atau "the giant poem" dari empat kota di Indonesia.

"Kota Pontianak malah kota pertama penulisan giant poem di Indonesia yang dirangkai dengan peringatan peristiwa kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa Pontianak," kata Sutarmidji di Pontianak, Kamis.

Ia berharap, semoga dengan diselenggarakannya penulisan puisi sepanjang 100 meter itu bisa menjadi daya tarik tersendiri dalam memancing minat wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Tugu Khatulistiwa Pontianak.

Kegiatan penulisan puisi "raksasa" awalnya dilaksanakan di Mexico City lima tahun lalu yang bersifat kolektif dan simultan dengan panjang sekitar 120 meter.

Hingga saat ini cara serupa sudah dilaksanakan di 35 kota di 18 negara yang didukung oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dan UNICEF (The United Nations Children’s Fund), kementerian dan universitas di sejumlah negara, dan telah diikuti sekitar 90 ribu orang dari 39 bahasa.

Puisi itu telah ditulis sepanjang 4,5 kilometer dan telah diliput sekitar 200 media. Kota Pontianak merupakan kota ke-36 dan merupakan kota pertama yang dilintasi garis khatulistiwa.

Di Indonesia, Kota Pontianak yang pertama, kemudian disusul Bali (24 September), Borobudur (26 September), dan Jakarta (28 September).

Penulisan puisi tersebut tidak boleh mengandung unsur politik atau kritik terhadap siapapun, lebih memilik tema perdamaian, persahabatan antarsesama, penyatuan antarpenduduk yang berada di belahan bumi utara dan belahan bumi selatan.

Sementara itu, salah satu utusan dari UNESCO Angel Arenas yang merupakan pemrakarsa penulisan puisi secara massal mengatakan, matahari merupakan sebagai simbol pemersatu antarnegara dan budaya.

"Hanya ada satu matahari di dunia ini dan matahari milik semua orang di dunia ini," ujarnya.

Sehingga peristiwa alam berupa kulminasi matahari di Tugu Khatulistiwa Pontianak merupakan momen spesial untuk diselenggarakannya penulisan puisi secara massal.

"Setiap orang silakan menuliskan perasaannya, seperti tentang keindahan dan mencurahkan perasaannya dalam bentuk puisi," kata Angel.


EditorJodhi Yudono

Terkini Lainnya

Diteriaki Korban, Penjambret di Tanjung Priok Dihakimi Warga

Diteriaki Korban, Penjambret di Tanjung Priok Dihakimi Warga

Megapolitan
Cuaca Panas Ekstrem di Seluruh Australia Capai 45 Derajat Celsius

Cuaca Panas Ekstrem di Seluruh Australia Capai 45 Derajat Celsius

Internasional
14 Jenazah Korban Longsor Gowa Ditemukan, Jumlah Korban Tewas Jadi 25

14 Jenazah Korban Longsor Gowa Ditemukan, Jumlah Korban Tewas Jadi 25

Regional
Jet Tempur China Melintas Dekat Taiwan, Taipei: Tetap Tenang

Jet Tempur China Melintas Dekat Taiwan, Taipei: Tetap Tenang

Internasional
Pakar Hukum: Syarat Ikrar Setia NKRI Berlaku untuk Bebas Bersyarat Ba'asyir

Pakar Hukum: Syarat Ikrar Setia NKRI Berlaku untuk Bebas Bersyarat Ba'asyir

Nasional
Pelatihan Etiket di Turki Anjurkan Perempuan Tidak Menjilat Es Krim

Pelatihan Etiket di Turki Anjurkan Perempuan Tidak Menjilat Es Krim

Internasional
Hasil Otopsi Dinyatakan Selesai, Jenazah IA Diserahkan ke Keluarga

Hasil Otopsi Dinyatakan Selesai, Jenazah IA Diserahkan ke Keluarga

Regional
Isu Penculikan Anak SD Hebohkan Warga Ruteng Flores

Isu Penculikan Anak SD Hebohkan Warga Ruteng Flores

Regional
Di Jakarta, Nyamuk Aedes Aegypti Kerap Gigit Anak-anak Saat Sekolah

Di Jakarta, Nyamuk Aedes Aegypti Kerap Gigit Anak-anak Saat Sekolah

Megapolitan
Soal Perubahan Status Kawasan Cagar Alam, Bupati Garut Minta KLHK Tegas dalam Penegakan Hukum

Soal Perubahan Status Kawasan Cagar Alam, Bupati Garut Minta KLHK Tegas dalam Penegakan Hukum

Regional
Hari Ini, Malaysia Memilih Sultan Baru

Hari Ini, Malaysia Memilih Sultan Baru

Internasional
AS: Kami Tak Mengakui Rezim Maduro sebagai Pemerintah Sah Venezuela

AS: Kami Tak Mengakui Rezim Maduro sebagai Pemerintah Sah Venezuela

Internasional
Kapolda Sumsel: Otak Pembunuhan IA Mudah-mudahan Tertangkap Hidup

Kapolda Sumsel: Otak Pembunuhan IA Mudah-mudahan Tertangkap Hidup

Regional
Pemilik Nama Mirip Presiden dan Wapres Bisa Makan Gratis di Sini

Pemilik Nama Mirip Presiden dan Wapres Bisa Makan Gratis di Sini

Megapolitan
6 Fakta Pembunuhan IA yang Dibakar di Ogan Ilir, Pelaku Pesta Sabu Sebelum Eksekusi hingga Dipicu Masalah Utang

6 Fakta Pembunuhan IA yang Dibakar di Ogan Ilir, Pelaku Pesta Sabu Sebelum Eksekusi hingga Dipicu Masalah Utang

Regional

Close Ads X