Terapkan Sekolah Aman

Kompas.com - 19/08/2011, 14:01 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah diminta menerapkan pembangunan atau perbaikan sekolah rusak, dengan memenuhi kriteria sebagai sekolah aman. Sekolah-sekolah yang berada di daerah rawan bencana alam, harus dijamin aman sebagai tempat belajar anak-anak.

"Kami mendorong supaya sekolah aman bisa diterapkan, terutama di daerah rawan bencana, utamanya gempa bumi, tsunami, dan gunung meletus. Kami minta Kementerian Pendidikan Nasional melaksanakan pembangunan sekolah, yang memenuhi kriteria aman dari bencana dalam rehabilitasi sekolah rusak maupun pembangunan sekolah baru," kata Yanti Sriyulianti, Koordinator Kerlip, di Jakarta, Jumat (19/8/2011).

Ia fokus pada upaya sosialisasi dan advokasi pengembangan sekolah ramah anak, termasuk sekolah aman.

Yanti mengatakan, pengurangan risiko bencana juga jadi fokus di sekolah-sekolah. Apalagi bencana alam yang kerap terjadi beberapa tahun belakangan ini, biasanya datang pada saat jam-jam belajar siswa.

Dorongan supaya pemerintah memfokuskan terwujudnya sekolah aman tersebut, disampaikan Yanti dalam pertemuan dengan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional, Bambang Indriyanto.

Yanti meminta supaya panduan sekolah aman bisa jadi pegangan untuk memperbaiki sekolah rusak atau membangun sekolah baru, dalam petunjuk teknis penggunaan dana alokasi khusus (DAK) yang antara lain untuk rehabilitasi atau pembangunan sekolah.

Bambang mengatakan, Menteri Pendidikan Nasional mengajukan kepada Presiden supaya perbaikan sekolah rusak jadi fokus tahun 2012. "Kami usulkan agar pembangunan sekolah itu prioritas untuk yang di daerah rawan bencana. Nanti akan dibagi sekolah mana yang masuk dalam zoning merah, kuning, dan hijau," jelas Bambang.

Menurut Bambang, sudah ada model sekolah tahan gempa yang dibuat JICA pascagempa di Sumatera Barat. Namun biayanya mahal, sekitar 2,5 kali lipat dari sekolah biasa.

"Perlu untuk dicarikan model sekolah aman yang berkualitas dan terjangkau, karena anggaran pemerintah kan terbatas. Untuk pembangunan sekolah kami memakai standar yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum. Perlu untuk bisa segera mendapat masukan dari para ahlki terkait untuk pembangunan sekolah aman sesuai zoning kondisi rawan gempanya," ujar Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.