Papua Barat Jadi Sentra Ternak Sapi

Kompas.com - 10/08/2011, 10:56 WIB
EditorMarcus Suprihadi

MANOKWARI, KOMPAS.com — Fakfak dan Manokwari di Papua Barat bakal jadi kawasan peternakan sapi potong di wilayah Indonesia timur. Lahan seluas 75.000 hektar pun telah disiapkan untuk pembudidayaan sapi yang diprioritaskan bagi peternak lokal.

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Ketahanan Pangan Papua Barat Harry T Uhi, Rabu (10/8/2011), sebenarnya ada tiga daerah yang disiapkan untuk pembudidayaan sapi potong di Papua Barat, yakni Bomberay di Fakfak, Kebar di Manokwari, dan Salawati di Sorong. Yang terluas adalah di Bomberay, mencapai 50.000 hektar.

Lahan yang diperlukan luas karena model pembudidayaannya adalah membuat ranch untuk sapi mencari makan sendiri di padang rumput yang ada. Rencananya akan ada 67 kelompok ternak yang dilibatkan.

"Masing-masing kelompok akan terdiri atas 10 orang dan didampingi oleh seorang sarjana peternakan," kata Harry.

Targetnya, 1 hektar diisi 1-2 sapi sehingga diupayakan ada 75.000 sapi yang dibudidayakan pada 1-3 tahun ke depan. Harapannya, kebutuhan daging sapi yang setiap tahun masih mengandalkan impor dapat terpenuhi. Tiap tahun, 600.000 sapi diimpor guna memenuhi kebutuhan daging nasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.