Gagal Dapat Adipura, Lurah Terancam

Kompas.com - 12/06/2011, 02:49 WIB
EditorA. Wisnubrata

ENREKANG, KOMPAS.com — Tidak mendapat undangan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengikuti pengukuhan penilaian Piala Adipura yang diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhyono, Selasa (7/6/2011) lalu, menjadi awal kegelisahan Pemerintahan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Kegundahan itu makin menjadi ketika mengetahui penghargaan Adipura lepas dari tangan kabupaten yang dikenal juga dengan sebutan Bumi Massenrangpulu ini. Bupati Enrekang Latinro Latunrung pun langsung beraksi. Bupati dua periode ini berancang-ancang segera mengeksekusi satu dari empat kepala kelurahan di Kecamatan Enrekang untuk dicopot dari jabatannya.

Rencana pencopotan lurah tersebut dilakukan karena sang lurah dianggap memiliki andil besar atas gagalnya Kabupaten Enrekang mendapat Adipura.

Empat kepala kelurahan di Kecamatan Enrekang yang salah satunya terancam dicopot dari jabatannya yakni Kepala Kelurahan Galonta, Juppadang, Lewaja, dan Leorang. Keempat lurah tersebut sebelumnya memang ikut terlibat dalam perjanjian fakta integritas, dengan komitmen bersedia dicopot jika nilai penilaian Adipura di keempat wilayah kelurahan tersebut rendah.

"Itu perjanjian fakta integritas sebelum penilaian Adipura dilakukan. Komitmen tersebut akan tetap dijalankan. Kelurahan yang skornya paling rendah akan dicopot," tegas Latinro Latunrung.

Rencana pencopotan lurah oleh Bupati Enrekang pun menuai berbagai reaksi dari DPRD Kabupaten Enrekang. Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Enrekang Muhammad Zainal mengatakan, pencopotan lurah lantaran Adipura gagal diraih dinilai kurang bijaksana. Kekalahan, menurut Zainal, tidak harus menjadi tanggung jawab kepala kelurahan semata.

"Anggap saja Piala Adipura tahun ini bukan rezeki Enrekang," katanya.

Nada berbeda dilontarkan legislator Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Mule. Mule mengatakan butuh proses untuk meraih Adipura. Namun, pihaknya mendukung langkah tegas yang akan diambil Latinro Latunrung untuk mencopot lurah yang skor hasil penilaian Adipura-nya rendah.

"Tidak ada masalah karena kan sudah ada perjanjian. Pemecatan jika gagal mendapat skor bagus juga sudah disepakati oleh masing-masing lurah. Ini langkah mendidik yang bagus," papar Mule.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.