12 Pulau Terluar Terancam Tenggelam

Kompas.com - 20/05/2011, 03:37 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Sebanyak 92 dari 120 pulau terluar milik Indonesia telah terdaftar di Perserikatan Bangsa-Bangsa sehingga tidak bisa diklaim negara tetangga. Namun, naiknya muka laut sebagai dampak pemanasan global menimbulkan ancaman hilangnya titik dasar batas wilayah negara jika ada pulau-pulau terluar yang tenggelam.

”Dari 92 pulau terluar, ada 12 pulau yang terkritis,” kata Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Laut Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Sunarto, Kamis (19/5) di Jakarta.

Pulau terluar paling kritis itu adalah Pulau Rondo di ujung barat laut Provinsi Aceh, Pulau Berhala di perairan timur Sumatera Utara, dan Pulau Nipah yang berbatasan dengan Singapura.

Selain itu, Pulau Sekatung di Laut Cina Selatan sebelah utara Kepulauan Riau; Pulau Marore, Miangas, dan Marampit di utara Provinsi Sulawesi Utara; Pulau Fani, Fanildo, dan Bras di sebelah barat laut Kepala Burung Provinsi Irian Barat berbatasan dengan negara kepulauan Palau.

Demikian pula Pulau Batek di Selat Ombai yang berada di antara pantai utara Nusa Tenggara Timur dan Oecussi, Timor Leste; Pulau Dana di bagian selatan Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Pulau Karang Ashmore, Australia.

Menurut Sunarto, tahun 2011 dianggarkan pembuatan talud untuk dua pulau terluar, yaitu Miangas dan Marore. Untuk mengantisipasi kerusakan yang berdampak tenggelamnya pulau-pulau terluar, saat ini disusun Rencana Induk Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan periode tahun 2012 - 2014. ”Sebagian anggaran untuk pembangunan talud, tetapi tidak semua pulau terluar yang paling kritis itu membutuhkan talud,” kata Sunarto.

Secara terpisah, Direktur Pesisir dan Lautan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan Subandono Diposaptono mengatakan, berdasarkan risetnya, diperkirakan kenaikan muka laut di wilayah perairan Inodnesia mencapai 5 - 10 milimeter per tahun. ”Pulau-pulau terluar sebagian besar adalah pulau kecil yang rentan terhadap berbagai persoalan,” kata Subandono.

Kondisi pulau-pulau kecil rentan tenggelam akibat penebangan mangrove, penggalian pasir, pengambilan karang, dan pembangunan yang menjorok ke laut. Kini pulau-pulau itu dihadapkan pada pemanasan global yang menyebabkan naiknya muka laut dan cuaca ekstrem yang menimbulkan gelombang tinggi.

Survei toponimi

Hasil survei Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi terkait nama-nama pulau pada tahun 2007 - 2010, jumlah pulau di Indonesia hanya 13.466 pulau, bukan 17.508 pulau seperti selama ini. Hasil survei nama rupabumi itu, menurut Kepala Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Asep Karsidi, telah disampaikan dalam sidang United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) di Vienna, Austria, awal Mei lalu.

”Selama tiga tahun survei, dihasilkan 230 titik dasar lebih di 120 pulau terluar,” kata Sobar, Staf Khusus Kepala Bakosurtanal. Namun, baru 92 pulau terluar yang terpetakan.

(NAW/YUN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.