Selamatkan Merpati, Rp 600 M Dikucurkan

Kompas.com - 07/04/2011, 11:10 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com  — Kementrian BUMN akhirnya mengambil langkah penyelamatan untuk Merpati Nusantara Airlines (Merpati). Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, pihaknya bersama Perusahaan Pengelola Aset (PPA) telah menyetujui rencana bisnis yang diajukan oleh Merpati.

Dengan persetujuan tersebut, Merpati yang saat ini terseok-seok bisa kembali segar karena akan mendapatkan dana sebesar Rp 600 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk rencana jangka menengah korporasi dalam melakukan ekapansi operasi. "Kami dengan PPA sudah sepakat menyetujui bisnis plan Merpati. Ini adalah langkah agar maskapai ini selamat," kata Mustafa di kantornya, jakarta, Rabu (6/4/2011).

Dengan demikian, bisnis plan Merpati tersebut akan segera dibawa ke Kementerian Keuangan. Di kementerian tersebut, dana sebesar Rp 600 miliar, seperti yang dimintakan oleh manajemen Merpati, segera dicairkan.

Seperti diketahui, Merpati telah mengusulkan pencairan dana tersebut sejak Juli 2010. Namun, pemerintah meminta Merpati mengubah bisnis plan dahulu untuk mendapatkan suntikan sebesar itu. Rencananya, dalam program restrukturisasi nanti, Merpati akan menggunakan dana tersebut untuk pengadaan pesawat, antara lain, dengan skema pesawat berpenumpang 20 orang, 50 orang, dan 100 orang.

Sejumlah lessor pesawat pun telah didekati untuk penjajakan pemakaian pesawat untuk operasi pelayanan penerbangan kepada masyarakat. Beberapa merek telah dilirik, antara lain Twin Otter untuk 20 penumpang serta Bombardier dan N-919 untuk 100 penumpang.

Sedangkan untuk 50 penumpang, pihaknya telah memilih MA-60 buatan China. Namun, akibat kekurangan dana, maskapai BUMN tersebut terus mengalami penurunan kinerja. Pada Januari 2011 saja, maskapai tersebut mengalami kerugian operasi sebesar Rp 20 miliar. Direktur Utama Merpati Jhony Sardjono Tjitrokusumo mengatakan, bila bisnis plan telah disetujui, pihaknya yakin Merpati bakal bisa meningkatkan kinerjanya pada 2011 ini. pada tahun 2010, Merpati mengalami kerugian sekitar Rp 24 miliar. Diharapkan tahun ini kerugian bisa dipangkas.

"Tanpa adanya suntikan, cashflow kami telah berjalan dengan operasi penerbangan yang cukup baik. Kalau dana telah dicairkan, kami bisa meningkatkan ekspansi, mudah-mudahan bakal meingkat kinerja," kata dia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.