Banjir Rendam Tujuh Kecamatan di Medan

Kompas.com - 01/04/2011, 10:28 WIB
EditorHeru Margianto

MEDAN, KOMPAS.com — Banjir kembali melanda Kota Medan. Kali ini merendam daerah di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Medan Tuntungan, Medan Selayang, Medan Polonia, Medan Baru, Petisah, Johor, dan Medan Maimun. Ribuan rumah terendam hingga ke atap rumah dan diperkirakan puluhan ribu warga mengungsi.

Daerah yang tak pernah terkena banjir, seperti kawasan Kelurahan Kuala Bekala, Medan Johor, pun terendam. Air berwarna coklat merendam rumah-rumah penduduk di pinggir Sungai Bekala dan Sungai Babura yang melintas kawasan itu sampai ke atap rumah. Sebuah rumah milik keluarga Simatupang di tepi Sei Bekala, Jalan Pintu Air 4, hanyut.

Ingan Malem Ginting (60), warga Kuala Berkala, mengatakan, banjir sudah mulai datang sekitar pukul 23.00, Kamis (31/3/2011) malam. Jumat (1/4/2011) sekitar pukul 01.00 air meninggi hingga mencapai puncak rumah sekitar pukul 03.00 dini hari. Air Sei Bekala naik hingga 10 meter. ”Biasanya sungai hampir tak tampak,” tutur Ingan.

Banyak warga stres karena banjir itu. ”Selama 20 tahun saya tinggal di sini, baru kali ini banjir besar terjadi,” tutur Berman Hutaeyan (49), warga Gg Aman, Kelurahan Medan Bekala, Medan Johor.

Rumah keluarga Berman terendam hampir separuhnya. Mereka mengungsi ke lantai dua dan tiga. Para tetangganya pun mengungsi ke rumah Berman.

Kebanyakan warga masih meninggalkan barang berharga di dalam rumah. Ada yang bisa membawa surat-surat penting, namun ada yang tertinggal.

Ny Solin br Manurung (44), misalnya, tampak berkali-kali mengusap air mata melihat rumahnya terendam sampai ke atap. ”Masih ada ijazah anak yang tertinggal," kata dia. Hingga berita ini ditulis belum ada laporan adanya korban jiwa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Warga menguatkan satu sama lain dalam kelompok Serikat Tolong Menolong (STM) di kawasan setempat. ”Ini warga STM yang berkumpul di rumah kami,” kata Berman.

Warga masih kesulitan mendapatkan makanan karena bahan pangan terendam. Warga juga membutuhkan pakaian bersih dan kering terutama untuk anak-anak dan bayi.

Sekitar pukul 09.00, posko dapur umum tampak didirikan di Jalan Pintu Air, Kuala Bekala. Wali Kota Medan Rahudman Harahap sesaat menengok kawasan itu. ”Ini dapur umum swadaya masyarakat, bantuan dari Pemerintah Kota belum sampai,” tutur M Pane, perangkat Kelurahan Kuala Bekala yang bersama para ibu membangun di posko dapur umum.

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.