Flu Burung Marak, Pasar Unggas Disemprot

Kompas.com - 10/03/2011, 14:31 WIB
EditorA. Wisnubrata

BANTUL KOMPAS.com - Kasus ayam mati mendadak akibat wabah flu burung kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Hingga akhir Februari 2011 Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul mencatat sudah ada tiga kasus kematian unggas yang diakibatkan virus "avian influenza".

Kasubid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, drh Sri Budoyo menyatakan, pihaknya telah menerima laporan kasus kematian unggas dari kecamatan Kasihan dan Sanden. "Dari tiga kasus yang kita nyatakan positif AI ada sekitar seratusan unggas yang mati," ujar Sri Budoyo.

Guna mengantisipasi penyebaran virus flu burung ini, petugas melakukan penyemprotan desinfektan di pasar-pasar unggas dan tempat yang berpotensi menularkan virus tersebut. "Kita lakukan penyemprotan secara rutin di pasar unggas, kandang ternak dan tempat pemotongan hewan," imbuh Sri Budoyo.

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, kasus flu burung di bantul mengalami penurunan, tahun 2009 terdapat 70 kasus, tahun 2010 terdapat 29 kasus dan hingga Februari 2011 hanya 3 kasus.

Meski demikian warga tetap dihimbau untuk tetap waspada terhadap ancaman wabah ini. Jika mengetahui ada kematian ayam mendadak, warga dihimbau untuk segera melapor ke pemerintah desa atau ke kantor dinas, supaya petugas bisa langsung menindaklanjuti.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X