Menkeu Pasrah Pembatasan BBM Ditunda

Kompas.com - 24/02/2011, 09:01 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Agus Martowardojo pasrah apabila penerapan pembatasan BBM bersubsidi yang rencananya dilaksanakan April 2011 harus ditunda.

Agus menyampaikan, pemerintah harus menyerahkan kepada DPR kajian program penerapan pembatasan BBM bersubsidi terutama dampaknya terhadap masyarakat.

"Kalau dalam kajian dari pemerintah terlihat pembatasan BBM itu kurang efektif atau kurang bermanfaat dibandingkan adanya penyesuaian yang mesti dituruti oleh masyarakat. Mungkin kalau seandainya harus ada penundaan, mungkin harus ditunda. Yang penting harus efektif," ungkapnya di Gedung DPR RI, Rabu (23/2/2011).

Agus juga menyampaikan, saat ini pemerintah sedang melakukan kajian-kajian alternatif jika  seandainya penundaan itu terjadi.

"Nanti dipelajari dan kita sudah bikin simulasi, yang kita lihat tentu ada alternative-alternative action yang lain. Yang paling kita harapkan yang terkait dengan subsidi itu, kan bagaimana supaya lifting minyak itu jangan menurun," ujarnya.

Seperti diketahui, apabila penerapan pembatasan BBM bersubsidi batal dilakukan, maka beban penambahan subsidi dalam anggaran adalah sebesar Rp 3 triliun.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, hingga saat ini pemerintah masih menunggu satu kajian final yang sedang disusun pokja sosial-ekonomi bersama tiga universitas negeri di Indonesia, yakni ITB, UI, dan UGM, terkait dampak kebijakan ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau studinya mengatakan dari sisi kesiapannya masih perlu waktu, kenapa harus dipaksakan? Tapi jangan diartikan pemerintah plin plan, saya enggak suka begitu. Kita ini makhluk yang berpikir, asumsi-asumsi bisa berubah. Tapi secara logika, pembatasan itu adalah alternatif yang baik,” ujar Hatta baru-baru ini. (Bambang Rakhmanto/Kontan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.