Hujan Rendam Jalan Protokol Samarinda

Kompas.com - 07/02/2011, 21:46 WIB
EditorBenny N Joewono

SAMARINDA, KOMPAS.com — Banjir menggenangi sejumlah ruas jalan protokol di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Senin (7/2/2011). Hujan yang berlangsung sejak Senin siang hingga sore, menyebabkan sejumlah jalan protokol di Kota Samarinda tergenang.

Bahkan, banjir juga menggenangi Jalan PMI, akses menuju ke RSUD AW Sjahranie, Samarinda, serta kawasan perumahan dokter di Jalan Sowondo.

"Karena terjadi kemacetan panjang di Jalan dr Soetomo akibat genangan air yang sangat dalam, saya terpaksa memutar arah ke Jalan Pembangunan. Tapi ternyata, jalur Jalan PMI hingga Jalan dr Suwondo juga tergenang, bahkan airnya lebih dalam sehingga saya terpaksa berhenti sambil menunggu air surut," kata Roni, pengendara motor, yang terjebak banjir di Jalan dr Suwondo.

Ketinggian air yang menggenangi Jalan PMI mencapai 30 hingga 40 sentimeter.

"Saya kira airnya tidak terlalu dalam, tetapi saat melihat banyak motor yang mogok terpaksa saya urungkan niat menerobos banjir. Menurut beberapa pengendara motor yang sempat terjebak banjir, ketinggian air di Jalan dr Suwondo mencapai 50 hingga 60 sentimeter," kata Roni.

Genangan air terparah terlihat di Jalan dr Sutomo hingga di Jalan M Yamin. Ketinggian air di kawasan ini mencapai 30 hingga 60 centimeter.

Banjir yang menggenangi jalur utama di Kota Samarinda tersebut menyebabkan kemacetan panjang hingga lebih satu kilometer.

"Saya tidak berani melintas karena airnya sangat dalam. Awalnya, saya menyangka kemacetan ini akibat padatnya kendaraan, tetapi ternyata banyaknya kendaraan yang mogok karena terjebak banjir di Simpang Empat Mall Lembuswana. Kemacetan diperparah karena banyak pengendara yang memutar jalur padahal jalan ini sangat sempit dan padat," kata seorang pengendara di Jalan dr Sutomo.

Genangan air juga berlangsung di Jalan Pembangunan. Ketinggian air di kawasan ini mencapai 30 hingga 50 sentimeter.

Banjir juga merendam kawasan Jalan Ruhui Rahayu dengan ketinggai air mencapai 40 sentimeter.

"Hujan yang melanda Kota Samarinda hanya berlangsung sekitar dua jam, tetapi dampaknya sudah sangat parah. Kemungkinan, saluran air banyak yang tersumbat sehingga jalan langsung tergenang," kata seorang warga Samarinda.

Selain sistem drainase yang buruk, banjir juga disebabkan banyaknya proyek pembangunan yang tidak memerhatikan aspek lingkungan serta masih maraknya penambangan batu bara.

"Jika hanya banjir akibat hujan, airnya tidak hitam dan keruh. Tetapi, air yang menggenangi sebagian jalan ini berwarna hitam dan berbau sehingga kemungkinan banjir ini terjadi akibat banyaknya proyek yang tidak memerhatikan aspek lingkungan serta masih banyaknya penambangan batu bara yang ada di Kota Samarinda," kata warga Samarinda tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.