Belum Putus, Tanya-Jawab Obama di UI

Kompas.com - 08/11/2010, 11:38 WIB
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dijadwalkan memberikan kuliah umum di Balairung Universitas Indonesia, Depok, pada Rabu (10/11/2010) mendatang. Selain pejabat negara, pimpinan media massa, lembaga swadaya masyarakat, mahasiswa, bagian dari civitas akademia UI, turut diundang pada kuliah umum tersebut. Namun, belum diputuskan apakah ada sesi tanya jawab pada kuliah umum tersebut.

"Hal ini baru diputuskan setelah Obama dan rombongan Gedung Putih mendarat di Jakarta," kata Kepala Humas UI Visnu Juwono ketika dihubungi Kompas.com, Senin (8/11/2010) pagi.

Terkait komposisi mahasiswa yang diundang, Visnu mengatakan, hal ini masih didiskusikan. Sebelumnya, di jejaring sosial Facebook, beredar kabar bahwa sekitar 9.500 mahasiswa diundang pada kuliah umum ini. Balairung sendiri, kata Visnu, berkapasitas sekitar 15.000 orang.

Sementara itu, kegiatan belajar-mengajar di UI pada hari Senin ini berlangsung normal. Minggu lalu, beredar kabar di kalangan mahasiswa bahwa terkait kedatangan Obama, kegiatan belajar-mengajar di UI pada Senin-Rabu diliburkan. Sebelumnya, pada kuliah umum Obama di St Xavier College, Mumbai, Minggu lalu, pada peserta diperbolehkan mengajukan pertanyaan. Obama ditanya seputar terorisme hingga Pakistan.

Obama, pada kesempatan tersebut, mendesak India memulai lagi perundingan damai dengan Pakistan demi kepentingan India sendiri dan keamanan kawasan. Perdamaian India-Pakistan akan sangat membantu usaha AS menuntaskan perang di Afganistan. Dikatakan Obama, AS tidak bisa memaksakan perdamaian antara India dan Pakistan. India akan diuntungkan jika kondisi di Pakistan stabil dan sejahtera.

"Jadi, harapan saya, seiring dengan berjalannya waktu, kepercayaan terbangun di antara dua negara dan dialog bisa dimulai lagi. Mulai dari isu-isu yang tak terlalu kontroversial kemudian dikembangkan sampai ke isu-isu besar," tutur Obama.

AS memang menghadapi situasi rumit dalam menangani berbagai masalah terkait India dan Pakistan, dua musuh bebuyutan yang sudah berperang tiga kali sejak mereka lepas dari penjajahan Inggris, 1947. Pakistan menjadi salah satu sekutu utama AS dalam perang di Afganistan. Sementara India adalah salah satu kekuatan ekonomi utama di Asia yang penting bagi AS untuk menghadapi China.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehari sebelumnya, Obama sempat memancing kemarahan sebagian orang India karena tak menyebut-nyebut keterkaitan Pakistan saat menyatakan solidaritas AS kepada para korban serangan teror Mumbai, November 2008. Sebanyak 166 orang tewas dalam serangan oleh kelompok ekstremis Lashkar-e-Taiba, yang berbasis di Pakistan, itu.

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dorong Produktivitas Milenial, Kemnaker Gelar Ngopi Daring Nasional

    Dorong Produktivitas Milenial, Kemnaker Gelar Ngopi Daring Nasional

    Nasional
    Kemensos Salurkan 95 Persen Bansos Tunai di DKI Jakarta

    Kemensos Salurkan 95 Persen Bansos Tunai di DKI Jakarta

    Nasional
    Jokowi Kirim 5.000 Paket Bansos ke Sorong Usai Warga Geruduk Kantor Dinsos

    Jokowi Kirim 5.000 Paket Bansos ke Sorong Usai Warga Geruduk Kantor Dinsos

    Nasional
    Sariamin Ismail, Pujangga Perempuan Pertama Indonesia Pemilik Banyak Nama Samaran yang Jadi Google Doodle 31 Juli 2021

    Sariamin Ismail, Pujangga Perempuan Pertama Indonesia Pemilik Banyak Nama Samaran yang Jadi Google Doodle 31 Juli 2021

    Nasional
    Ketua DPR Minta Vaksinasi Covid-19 Merata di Seluruh Indonesia

    Ketua DPR Minta Vaksinasi Covid-19 Merata di Seluruh Indonesia

    Nasional
    Mahfud: Permasalahan Bansos Sudah Lama Terjadi, Baru Terasa Saat Pandemi

    Mahfud: Permasalahan Bansos Sudah Lama Terjadi, Baru Terasa Saat Pandemi

    Nasional
    Jubir PAN Minta Kader Penggugat Zulkifli Hasan Rp 100 Miliar Introspeksi Diri

    Jubir PAN Minta Kader Penggugat Zulkifli Hasan Rp 100 Miliar Introspeksi Diri

    Nasional
    UPDATE 31 Juli: Ada 278.618 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 31 Juli: Ada 278.618 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Rakornas Virtual, PPP Umumkan Pembentukan Relawan Vaksin Covid-19

    Rakornas Virtual, PPP Umumkan Pembentukan Relawan Vaksin Covid-19

    Nasional
    UPDATE: Sebaran 1.808 Kasus Kematian Covid-19, Jawa Timur Tertinggi

    UPDATE: Sebaran 1.808 Kasus Kematian Covid-19, Jawa Timur Tertinggi

    Nasional
    Di Rakornas, Ketum PPP Minta Seluruh Kader Salurkan Bansos hingga Fasilitasi Warga Positif Covid-19

    Di Rakornas, Ketum PPP Minta Seluruh Kader Salurkan Bansos hingga Fasilitasi Warga Positif Covid-19

    Nasional
    UPDATE 31 Juli: Jawa Tengah Tertinggi Penambahan Kasus Baru Covid-19

    UPDATE 31 Juli: Jawa Tengah Tertinggi Penambahan Kasus Baru Covid-19

    Nasional
    UPDATE: Ada 545.447 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE: Ada 545.447 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 31 Juli: Tambah 39.372, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 2.770.092 Orang

    UPDATE 31 Juli: Tambah 39.372, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 2.770.092 Orang

    Nasional
    UPDATE 31 Juli: Tambah 1.808, Kasus Kematian Covid-19 Capai 94.119

    UPDATE 31 Juli: Tambah 1.808, Kasus Kematian Covid-19 Capai 94.119

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X