Duh, Pengungsi Merapi Mulai Stres

Kompas.com - 06/11/2010, 18:18 WIB
EditorHertanto Soebijoto

KLATEN, KOMPAS.com - Para pengungsi korban letusan Gunung Merapi di berbagai tempat penampungan di Jawa Tengah kondisinya saat ini mulai stres, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten Ronny Roekminto.

"Para pengungsi saat ini sudah terlihat gejala stres, secara fisik terlihat melamun, pandangan mata kosong, susah tidur, dan gelisah, padahal gejala itu sebelumnya tidak kelihatan dan untuk menangani masalah itu perlu adanya penanganan trauma," kata Ronny Roekminto, di Klaten, Sabtu (6/11/2010).

Dia mengatakan, gejala stres tersebut ada yang dirasakan warga mengungsi sejak Merapi meletus pertama Selasa (26/10/2010), tapi ada pula yang baru mulai Jumat (5/10/2010).

"Kami telah menghubungi beberapa rumah sakit jiwa yang ada di beberapa daerah untuk meminta bantuan tenaga medis yang bisa menangani masalah orang stres," katanya.

Data di Posko Pengungsian Merapi di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Klaten tercatat sebanyak 56.460 jiwa yang mengungsi tersebar di 12 kecamatan.

Pengungsi yang berada di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Klaten dan DPRD Klaten, tidur di bawah dengan alas seadanya, bahkan sampai ada yang berada di emper-emper kantor tersebut.

Mereka yang ditampung di Perkantoran Pemerintah Kabupaten Klaten dan gedung DPRD Klaten itu lebih dari 8.000 orang. Untuk makan dilayani satu dapur umum yang tenaganya bantuan dari PMI Kota Surabaya, Sragen, Wonogiri, dan PMI Solo. Masih diperlukan relawan untuk membantu memasak.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    [POPULER NUSANTARA] Uang Rp 12,5 Juta Milik Nasabah BRI Hilang Misterius | Ganjar Kaget Kantornya Kebanjiran: Impossible

    [POPULER NUSANTARA] Uang Rp 12,5 Juta Milik Nasabah BRI Hilang Misterius | Ganjar Kaget Kantornya Kebanjiran: Impossible

    Regional
    Kepergok Curi Handphone, Pria Ini Tikam 3 Warga, lalu Tewas Dihajar Massa

    Kepergok Curi Handphone, Pria Ini Tikam 3 Warga, lalu Tewas Dihajar Massa

    Regional
    Jaringan Internet Jelek, Kepala Daerah Terpilih Mahakam Ulu Kaltim Tak Bisa Ikut Pelantikan Virtual

    Jaringan Internet Jelek, Kepala Daerah Terpilih Mahakam Ulu Kaltim Tak Bisa Ikut Pelantikan Virtual

    Regional
    Kronologi Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Dipenjara karena Pakai Uang yang Belum Tentu Haknya

    Kronologi Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Dipenjara karena Pakai Uang yang Belum Tentu Haknya

    Regional
    Beratnya Tugas Tim Pemadam Karhutla, Pikul Mesin dalam Hutan, 'Nyebur' Kanal, hingga Padamkan Api Malam Hari

    Beratnya Tugas Tim Pemadam Karhutla, Pikul Mesin dalam Hutan, "Nyebur" Kanal, hingga Padamkan Api Malam Hari

    Regional
    Ganjar Soal Banjir di Semarang: Kalau Mau Menyalahkan, Salahkan Saya

    Ganjar Soal Banjir di Semarang: Kalau Mau Menyalahkan, Salahkan Saya

    Regional
    Kondisi di Muaro Jambi, Kebakaran Lahan Gambut Mulai Terjadi Jelang Musim Panas

    Kondisi di Muaro Jambi, Kebakaran Lahan Gambut Mulai Terjadi Jelang Musim Panas

    Regional
    Pascaputusan PTUN Jakarta, DPW Partai Berkarya Sumbar Nyatakan Solid Dukung Tommy Soeharto

    Pascaputusan PTUN Jakarta, DPW Partai Berkarya Sumbar Nyatakan Solid Dukung Tommy Soeharto

    Regional
    Kisah Sukses Petani Cabai di Sidodadi Ramunia, Panen 25 Ton per Hektar Meski Cuaca Tak Menentu

    Kisah Sukses Petani Cabai di Sidodadi Ramunia, Panen 25 Ton per Hektar Meski Cuaca Tak Menentu

    Regional
    Perjalanan Perkara 4 Petugas Forensik Jadi Tersangka Penistaan Agama karena Mandikan Jenazah Wanita, Kini Kasus Dihentikan

    Perjalanan Perkara 4 Petugas Forensik Jadi Tersangka Penistaan Agama karena Mandikan Jenazah Wanita, Kini Kasus Dihentikan

    Regional
    Bocah 10 Tahun Meninggal, Ternyata Diduga Diperkosa Orang Tak Dikenal, Keluarga Bersedia Bongkar Makam

    Bocah 10 Tahun Meninggal, Ternyata Diduga Diperkosa Orang Tak Dikenal, Keluarga Bersedia Bongkar Makam

    Regional
    Minta Tolong karena Tercebur ke Tambak, Pria Ini Malah Ditangkap Polisi, Ternyata...

    Minta Tolong karena Tercebur ke Tambak, Pria Ini Malah Ditangkap Polisi, Ternyata...

    Regional
    Perjuangan Bocah SD Hidupi Orangtuanya yang Lumpuh, Ayah: Dia yang Urus Makan, Minum dan Bersihkan Kotoran Kami

    Perjuangan Bocah SD Hidupi Orangtuanya yang Lumpuh, Ayah: Dia yang Urus Makan, Minum dan Bersihkan Kotoran Kami

    Regional
    Genap Setahun 13 Maret, Dinkes Sebut Kasus Covid-19 Jateng Pertama Ditemukan di Solo

    Genap Setahun 13 Maret, Dinkes Sebut Kasus Covid-19 Jateng Pertama Ditemukan di Solo

    Regional
    Cerita di Balik Pasutri Punya 16 Anak di Malang, Berawal Ingin Anak Laki-laki dan Tinggal di Kontrakan

    Cerita di Balik Pasutri Punya 16 Anak di Malang, Berawal Ingin Anak Laki-laki dan Tinggal di Kontrakan

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X