Mantan Atlet Adukan Penyelewengan Proses Penerimaan Calon PNS

Kompas.com - 16/11/2009, 22:05 WIB
Editorcay

PALEMBANG, Kompas.com - Atlet renang Sumatra Selatan (Sumsel) tahun 80-an, melaporkan adanya indikasi kecurangan yang dilakukan oleh oknum pelaksana penyaringan calon pegawai negeri sipil (CPNS) ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang.

Ine Yurmalina Sapawi (33) yang diwakilkan adiknya Lely Sapawi (32)--keduanya merupakan atlet renang daerah Sumsel tahun 1980-an-- melaporkan kekesalannya terhadap mekanisme penerimaan CPNS yang dituding penuh dengan kecurangan ke kantor LBH di Palembang, Senin.
   
Menurut Lely yang sekarang telah menjadi pelatih renang itu, saat mengikuti seleksi CPNS formasi pelatih renang Provinsi Sumsel, ternyata berkas mereka dikembalikan melalui pos dengan disertakan alasan karena tidak memenuhi persyaratan yang diminta, yakni bukti telah meraih medali emas.

 Ia menyebutkan, ada dua rekannya EAF dan AW yang diketahui tidak memiliki prestasi semasa menjadi atlet renang tetapi lolos dalam seleksi administrasi, sedangkan dirinya beserta kakaknya yang jelas-jelas menyertakan piagam kejuaraan dari tingkat nasional hingga internasional, malah dikembalikan dan tidak lolos seleksi administrasi.
EAF dan AW justru tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan petugas seleksi CPNS, baik itu prestasi bahkan ada pula yang batas usia telah melampaui, namun tetap diloloskan, ujar putri Sapawi Oemar, atlet polo air tahun 60-an tersebut.
  
 Hal ini sangat menyakitkan bagi kedua mantan atlet yang pernah meraih piala berbagai kejuaraan serta mengharumkan nama baik Provinsi Sumsel tersebut. Selain melaporkan masalah itu ke LBH Palembang, dirinya juga melayangkan surat pernyataan kepada Kepala Badan Kepegawaian Provinsi Sumsel Muzakir, sebagai wujud kekesalannya sekaligus meminta kejelasan berkaitan hal tersebut.  Namun hingga sekarang ini dirinya belum mendapatkan balasan dari pihak terkait, untuk mengklarifikasi persoalan itu.
   
Menurut Adri Meilansyah, Kabid Divisi Ekonomi, Sosial dan Budaya LBH Palembang, pengaduan mantan atlet itu baru diterimanya dan belum dilakukan pengkajian atas laporan dugaan kecurangan penerimaan CPNSD di Sumsel tersebut.  Menurut dia, kasus tersebut tetap menjadi prioritas untuk mengungkapkan oknum yang nakal di baliknya.

 Ia menyatakan, seharusnya pemerintah memberdayakan atlet dan mantan atlet yang memiliki prestasi yang baik dengan memberikan kesejahteraan, sesuai dengan kerja keras mereka meraih kemenangan untuk nama baik daerah ini.  "Kalau benar, tentunya ini sangat memprihatinkan. Kami akan memastikan kebenaran kasus tersebut ke instansi terkait, dan bila terbukti  adanya kecurangan maka akan kami tembuskan ke gubernur," kata dia pula.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X