Ingin Terkenal, Piara Jenglot Palsu

Kompas.com - 30/10/2009, 08:23 WIB
EditorAbi

SIRUBONDO, KOMPAS.com — Mengaku memiliki makhluk supranatural membuat Lutfi (24), warga Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, harus berurusan dengan polisi. Pemuda yang mengaku berhasil menangkap dan memiliki jenglot, atau makhluk kecil yang mirip manusia, itu diperiksa pada Kamis, (29/10) karena dianggap meresahkan masyarakat.

Makhluk mini yang sempat menyedot perhatian ratusan warga itu diakui hasil tangkapannya. Namun, setelah diteliti, jenglot itu ternyata terbuat dari spon yang dililit kertas lem sehingga berbentuk mirip boneka berwajah seram, dengan rambut panjang.

“Sebenarnya saya tidak ada niat menyebarkan cerita jenglot ini, melainkan teman saya yang menyebarkan keberadaan makhluk itu,” ujar Lutfi seusai dimintai keterangannya oleh Kapolsek dan Camat di Mapolsek Kapongan, Kamis.

Menurut Lutfi, ia membeli barang mirip jenglot itu dari Yuli, warga Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, seharga Rp 100.000. Apa alasan membeli jenglot palsu itu? “Maksudnya biar saya lebih terkenal saja Pak,” kata pria yang dipanggil ustaz ini. Namun, Lutfi membantah kalau jenglot palsu yang ditontonkan kepada masyarakat itu untuk dijadikan ajang bisnis.

“Sumpah, saya tidak punya niat itu. Bahkan, saya juga tidak tahu kalau barang itu palsu,” katanya dengan wajah tertunduk. Untuk menyakinkan kepada masyarakat, ia mengaku berhasil menangkap makhluk sepanjang 20 sentimeter itu setelah dirinya melakukan tirakat dan berhasil mengumpulkan air tujuh sumber.

“Katanya makhluk itu berhasil ditaklukkan setelah disiram air,” kata Suryadi, salah seorang anggota polisi yang bertandang ke rumahnya, kemarin.

Kapolsek Kapongan AKP Wardoyo Utomo menyatakan, pemeriksaan terhadap Lutfi untuk meluruskan informasi keberadaan jenglot yang telah berkembang di masyarakat. “Awalnya saya ragu, tapi setelah diperiksa dan diteliti ternyata benda yang mirip manusia kecil itu palsu,” kata Wardoyo Utomo. st6

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.