Kenaikan Harga Elpiji 12 Kg Cemaskan Agen

Kompas.com - 11/10/2009, 21:03 WIB
Editorwsn

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan harga elpiji per kg Rp 100 untuk elpiji ukuran 12 kg, membuat cemas para agen. Sebelum ditetapkan kenaikan harga, penjualan elpiji 12 kg sudah anjlok, apalagi setelah kenaikan ditetapkan secara resmi, Sabtu lalu. Demi kelangsungan usaha, agen mulai mempertimbangkan berjualan elpiji 3 kg.

Bisma, Manajer Operasional PT Dian Paramita Utama, agen elpiji, mengatakan, sebulan terakhir, kasak-kusuk kenaikan harga elpiji 12 kg sudah membuat penjualannya anjlok 40 persen. Jika sehari biasanya mendistribusikan 700 tabung, menjadi hanya sekitar 400 tabung.

"Yang saya cemaskan, penjualan akan turun lagi. Sebab, kalangan rumah tangga, sebagai konsumen terbesar elpiji 12 kg, akan semakin banyak yang lari ke elpiji 3 kg. Lha itu sudah pasti karena harga elpiji tiga kg tidak naik. Sepertinya, kami mulai mempertimbangkan untuk juga menjual elpiji 3 kg," ujar Bisma, Minggu (11/10).

Dengan kenaikan harga Rp 100 per kg atau Rp 1.200 per tabung, harga elpiji ukuran 12 kg yang semula dijual Bisma Rp 69.000, kini menjadi Rp 70.200 per tabung. Sementara di toko-toko pengecer elpiji, harga bisa bervariasi, antara Rp 76.000-Rp 77.000.

Ny Abu, pemilik toko di Sapen, Kota Yogyakarta misalnya, menjual elpiji 12 kg Rp 76.000. Sabtu lalu ia masih menjual Rp 75.000. "Yang saya jual ini masih barang kulakan lama. Besok saya kulakan lagi ke agen. Kemungkinan harga yang saya patok nanti ya lebih dari Rp 76.000. Transportasi kan juga dihitung. Harga hari ini (Minggu), masih harga transisi," paparnya.

Perkiraan Ny Abu, peminat elpiji 12 kg akan semakin habis. Yang masih menggunakan hanya kalangan tertentu yang tidak yakin dengan elpiji 3 kg, baik ketepatan isinya maupun tingkat keamanannya. Berdasar alasan itu, jika dalam beberapa pekan ke depan, peminat elpiji 12 kg semakin sepi, Ny Abu akan menghentikan kulakannya.

Sebagian konsumen rumah tangga yang cukup fanatik dengan elpiji 12 kg, ada yang tetap bertahan, namun ada juga yang memutuskan beralih ke elpiji 3 kg. Retno (40), ibu rumah tangga warga Umbul harjo misalnya, tetap takut beralih ke elpiji 3 kg. Alasannya, tabung elpiji 3 kg terkesan lebih ringkih ketimbang tabung 12 kg.

Namun Ani (45), karyawan swasta yang juga warga Condong Catur, Sleman akan memakai elpiji 3 kg. Ketika memakai elpiji 12 kg, durasi penggantian tabung adalah sebulan. Dengan kenaikan harga, paling tidak, per tabung mungkin jadi Rp 77.000. "Jika saya memakai elpiji 3 kg yang per tabung Rp 14.000, berarti perlu empat tabung, dengan harga total Rp 56.000. Lebih murah," kata Ani.

Secara terpisah, Sales Represtative Elpiji Pertamina Yogyakarta Ana Dewi Lestari juga memperkirakan kenaikan harga elpiji 12 kg membuat masyarakat beralih ke elpiji 3 kg. Saat ini, tiap hari Pertamina mendistribusikan 170-200 ton elpiji 12 kg untuk DIY. Semoga saja, mereka yang pindah ke elpiji tiga kg, tidak banyak, ujarnya.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X