Warga Timor Leste Serobot 1.069 Hektar Tanah Indonesia

Kompas.com - 22/09/2009, 12:09 WIB
Editor

KUPANG, KOMPAS.com — Ratusan warga Timor Leste dari Distrik Oecusse telah menyerobot masuk ke wilayah Indonesia dan menguasai sebagian wilayah di Desa Detemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
    
"Mereka (rakyat Oecusse) menguasai sekitar 1.069 hektar lahan di Desa Netemnanu Utara untuk bercocok tanam sejak 2006 dan tidak mau meninggalkan lokasi tersebut," kata Raja Amfoang, Robi Manoh, ketika dihubungi dari Kupang, Selasa (229).
    
Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk menghadang warga Oecusse agar tidak lagi menguasai sebagian wilayah kedaulatan Indonesia di Netemnanu. "Segala macam upaya sudah kami tempuh, namun tak pernah membuahkan hasil," katanya dan meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah politis dan diplomatis dengan pemerintah Timor Leste guna menuntaskan masalah tersebut.
    
Jika keadaan tersebut terus dibiarkan, kata Raja Amfoang, sangat membuka peluang terjadinya konflik antara masyarakat Amfoang dan orang Oecusse yang menyerobot wilayah NKRI itu. "Sebagai manusia tentu ada batas kesabaran karena tindakan yang dilakukan warga Oecusse itu sudah melanggar hukum. Situasi ini kami harapkan dapat dipahami oleh pemerintah jika tidak menghendaki adanya pertumpahan darah di Netemnanu," kata Raja Manoh yang juga pemangku adat wilayah Amfoang itu.
    
Ia mengemukakan, pihaknya bersama orang Oecusse sudah menandatangani sebuah kesepakatan untuk tidak lagi menguasai lebih dari 1.000 hektar lahan di Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, itu.
    
"Kesepakatan yang kami buat saat itu disaksikan juga oleh pemerintah kecamatan dari Oecusse dan Amfoang serta aparat keamanan kedua negara. Namun, orang Oecusse tetap menguasai lahan dalam wilayah negara kita," katanya.
    
Robi Manoh mengatakan, saat jajak pendapat di Timor Timur pada 1999, sekitar 21 kepala keluarga (KK) dari Desa Netemnanu Utara diminta untuk meninggalkan lahan seluas 1.069 hektar itu karena berada di wilayah tumpang tindih yang belum jelas status hukumnya.
    
Setelah 21 KK warga Desa Netemnanu Utara meninggalkan lokasi tersebut, malah rakyat dari negeri seberang Timor Leste datang dan menguasai lokasi tersebut untuk bercocok tanam. "Tindakan ini tentu tidak diterima oleh masyarakat Amfoang," kata Robi Manoh dan meminta perhatian pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah tersebut bersama pemerintah Timor Leste guna menghindari terjadinya konflik di antara kedua belah pihak.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng pada 3 April, Ini Penjelasan Ganjar

11 Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng pada 3 April, Ini Penjelasan Ganjar

Regional
Kantor Kecamatan Ini Mendadak Bau, Penuh Sampah, Ternyata Dijadikan TPA oleh Warga yang Kesal

Kantor Kecamatan Ini Mendadak Bau, Penuh Sampah, Ternyata Dijadikan TPA oleh Warga yang Kesal

Regional
Baru 4 Jam Masuk Rumah Sakit, 1 PDP Covid-19 di Lamongan Meninggal

Baru 4 Jam Masuk Rumah Sakit, 1 PDP Covid-19 di Lamongan Meninggal

Regional
Detik-detik Pencuri Tepergok Pemilik Rumah Saat Panjat Atap

Detik-detik Pencuri Tepergok Pemilik Rumah Saat Panjat Atap

Regional
Anggaran Penanganan Wabah Covid-19 di Jatim Rp 2,3 Triliun

Anggaran Penanganan Wabah Covid-19 di Jatim Rp 2,3 Triliun

Regional
Fakta di Balik 18 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Jateng, Ganjar: Mereka Punya Penyakit Bawaan

Fakta di Balik 18 Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Jateng, Ganjar: Mereka Punya Penyakit Bawaan

Regional
Perjuangan Wahib Melawan Virus Corona hingga Sembuh, Berawal dari Seminar di Bogor

Perjuangan Wahib Melawan Virus Corona hingga Sembuh, Berawal dari Seminar di Bogor

Regional
Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Sejumlah Jalan di Bandung Kembali Ditutup dari Jumat hingga Minggu

Regional
PDP Hamil yang Mengeluh via 'Live' Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

PDP Hamil yang Mengeluh via "Live" Facebook Dirujuk ke RSUP Adam Malik

Regional
Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Regional
Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh..

Regional
Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Menyoal Pasien Corona Terlantar 3 Jam di RSUD Padang Sidempuan, Alasan Ruang Isolasi Belum Siap

Regional
Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Fakta Anak Bakar Rumah Orangtua karena Tak Diberi Uang, Sang Ayah Buta, Pelaku Sempat Putus Sekolah

Regional
6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

Regional
Cerita di Balik Foto 2 'Pocong' Duduk di Depan Gapura, Berawal dari Foto 2019 yang Viral

Cerita di Balik Foto 2 "Pocong" Duduk di Depan Gapura, Berawal dari Foto 2019 yang Viral

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X