Waduk Riam Kanan Kritis

Kompas.com - 14/09/2009, 05:24 WIB
Editor

Banjarbaru, Kompas - Penyusutan air Waduk Riam Kanan di Kalimantan Selatan dalam dua bulan ini mengakibatkan PT PLN tidak bisa mengoperasikan semua tiga turbin pembangkit listrik tenaga air. Akibatnya, sebagian wilayah di dua provinsi itu mengalami krisis listrik karena mengalami defisit listrik 16 megawatt dari daya mampu 250 megawatt

Krisis listrik parah juga melanda Sulawesi Barat (Sulbar), menyusul berulangnya terus krisis listrik interkoneksi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulbar pada musim kemarau 2009. Keadaan ini kini mengancam iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi yang tengah membaik di sana.

Ketinggian air Waduk Riam Kanan, Minggu (13/9), hanya 54,7 meter. Padahal, untuk bisa mengoperasikan tiga turbin pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sehingga menghasilkan 30 megawatt (MW) dibutuhkan ketinggian air 60 meter. Dengan kondisi air kritis sekarang, turbin yang dioperasikan hanya satu unit secara bergantian.

Kepala PLTA Riam Kanan Noor Kardoyo, yang dihubungi di Banjarbaru, Minggu, mengatakan, dalam kondisi seperti ini, hanya satu turbin yang dioperasikan selama tiga jam pada siang hari. Pada malam hari, dioperasikan dua turbin dengan kemampuan memasok 14 MW hingga 16 MW selama lima jam mulai pukul 18.00.

Menurut Kardoyo, jika penyusutan air waduk mencapai ketinggian 53 meter, pengoperasian tiga turbin PLTA Riam Kanan total dihentikan. Agar PLTA ini bisa beroperasi terus walaupun tidak untuk semua turbin, pihaknya kini mengupayakan penyusutan air setiap hari hanya sekitar dua sentimeter.

”Paling tidak bisa bertahan hingga November mendatang,” katanya.

Sesuai dengan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika, ungkap Kardoyo, hujan baru akan turun cukup banyak pada bulan November nanti sehingga ketinggian air Waduk Riam Kanan diharapkan kembali normal.

Kardoyo menyatakan, penyusutan air waduk sebanyak dua sentimeter per hari itu juga sebetulnya direncanakan untuk kepentingan lain, yakni ketersediaan air baku untuk Perusahaan Daerah Air Minum Banjarmasin. Selain itu, untuk keperluan tambak ikan milik masyarakat di daerah Aranio.

Kepala Manajer Pembangkit PT PLN Kalsel-Kalteng Heri Siswanto menambahkan, berkurangnya pasokan listrik tersebut mengakibatkan terjadinya pemadaman bergilir sekitar 30 menit berkisar setengah hingga satu jam. Kalau hujan tidak turun terus, operasi PLTA Riam Kanan bakal terhenti total pada pertengahan bulan Oktober mendatang karena ketinggian air waduk Riam Kanan hanya 53 meter. Artinya, pemadaman bisa bertambah lama karena pasokan listrik yang hilang mencapai 30 MW.

Untuk menghadapi masalah ini, kata Heri, saat ini sudah diantisipasi dengan menyewa pembangkit listrik tenaga diesel berkekuatan 70 MW.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X