Istri Bunuh Suaminya yang Sakit

Kompas.com - 21/05/2009, 21:41 WIB
Editor

 

SEMARANG, KOMPAS.com - Petugas Kepolisian Wilayah Kota Besar Semarang dan Kepolisian Resor Semarang menangkap LZ (46) yang bersengkongkol dengan orang lain untuk membunuh suaminya, Achmad Khodirin (57), Selasa (19/5) . Polisi menangkap LZ dan rekannya dalam waktu 16 jam setelah mayat korban ditemukan.

 

"Ada motif asmara di balik pembunuhan ini," kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Alex Bambang Riatmodjo ketika menggelar kasus ini di Markas Polwiltabes Semarang, Rabu (20/5) malam. Selain LZ, ada pula tersangka lain dalam kasus ini, yaitu DR (20), BU (46), dan TW (25).


Berdasarkan data Polwiltabes Semarang, Achmad menderita diabetes dan gejala stroke sejak 2006. LZ merasa suaminya tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan seksualnya. Pada Februari 2009, LZ berkenalan dengan DR dan menjalin hubungan asmara. Supaya hubungan itu lancar, LZ dan DR berencana membunuh Achmad.

Pasangan selingkuh itu pun menyusun skenario untuk menjebak korban. DR mengajak korban mencari tempat keramat untuk melakukan ritual khusus. DR berjanji dengan ritual itu, korban akan mendapatkan keuntungan finansial.

Pada Senin (23/5) pagi, DR bertemu korban dan berencana menyewa sebuah mobil untuk dipakai menuju tempat keramat yang dimaksud. DR mencari sendiri mobil sewaan itu, sedangkan korban ditinggalkan di sebuah warung makan.

"Saya bermaksud membunuh Achmad di dalam mobil sewaan itu," kata DR. Namun, DR bimbang dan membatalkan rencana itu. Pada Senin malam sekitar pukul 22.00, DR mengajak korban ke tempat keramat di Dusun Tritis, Desa Patemon, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

Setibanya di tempat itu, korban lantas membuka buku Yassin dan bersiap melakukan ritual. Dengan cepat, DR mengambil parang yang disembunyikan di jok motor dan menyabetkannya di muka, leher, dan punggung korban sebanyak lima kali.

Setelah membunuh, DR pulang ke rumahnya di Dusun Rejosari, Kelurahan Butuh Krajan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. DR meminta bantuan ayahnya, BU dan adik iparnya, TW, untuk membuang mayat korban ke sebuah sumur di sekitar lokasi kejadian.

Mayat korban ditemukan warga pada Selasa (19/5) sekitar pukul 05.30. Namun, mayat korban tidak dapat dikenali. "Kasus itu terungkap berkat bantuan dari warga setempat," kata Alex. Keempat tersangka itu melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan terancam hukuman maksimal selama 15 tahun penjara.

 

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Regional
Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Regional
60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X