Sungai Rangkui Tercemar Limbah Tambang

Kompas.com - 23/04/2009, 04:24 WIB
Editor

PANGKALPINANG,KOMPAS.com - Warga Kota Pangkalpinang yang berdomisili di sepanjang aliran Sungai Rangkui mengeluhkan pencemaran air sungai akibat penambangan tambang inkonvensional (TI).
 
"Kami tidak bisa melakukan aktivitas mandi, mencuci, mencari ikan, dan udang di Sungai Rangkui karena aktivitas penambangan timah di hulu sungai," ujar Ellan, toko masyarakat Rangkui di Pangkalpinang, Rabu (22/4).
 
Ia mengatakan, Sungai Rangkui yang membelah Kota Pangkalpinang itu memiliki air yang berwarna coklat kehitam-hitaman akibat lumpur dan zat kimia lainnya yang mengakibatkan mata pencaharian masyarakat di sepanjang aliran Sungai Rangkui hilang. Selain itu, ikan, udang dan habitat sungai lainnya mati, akibat pencemaran itu.
 
"Masyarakat yang bekerja sebagai tukang cuci juga kehilangan pekerjaan karena air yang digunakan tercemar, ya, untuk mandi saja tidak bisa, apalagi mencuci," ujarnya.
 
Menurut dia, delapan tahun sebelum maraknya TI, air Sungai Rangkui sangat jernih dan sebagian besar masyarakat memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. "Pada tahun 2000, saya bersama warga melakukan aksi demo menentang penambangan timah di hulu sungai dan pada aksi itu, kami juga melakukan penghancuran terhadap mesin-mesin TI yang beroperasi di hulu sungai, namun setahun setelah TI-TI kembali beroperasi hingga sekarang," katanya.
 
Untuk mengembalikan air sungai kembali jernih, katanya, pemerintah harus tegas menindak penambang-penambang timah yang beroperasi di hulu sungai karena sangat merugikan masyarakat. "Masyarakat mampu bisa membuat sumur bor, namun bagi masyarakat miskin tidak bisa membuat sumur bor yang biayanya mencapai Rp 10 juta per unit. Melihat kondisi itu, saya dengan dana pribadi membangun sumur bor umum untuk kebutuhan air bersir di sekitar lingkungan saya," ujarnya.
 
Hal senada juga dikatakan Ateng, warga Bukit Intan, yang bertempat tinggal tidak jauh di Sungai Rangkui. Ia mengaku tidak bisa mandi dan mencuci pakaian dan lainnya karena air sungai tidak bisa lagi dimanfaatkan.
 
"Untuk kebutuhan air bersih, terpaksa membuat sumur alternatif dengan kedalaman dua meter di sekitar sungai karena kandungan resapan air di sekitar sungai itu masih bagus dari pada membuat sumur bor yang biayanya tinggi," ujarnya.
       
Hingga informasi itu dilaporkan, kuasa penambangan timah TI di hulu sungai belum dapat dikonfirmasi tentang keluhan warga dan tindakan yang dilakukan.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X