Penjaja Kacang Ikut Meninggal di Dekat Rumah Dukun Cilik

Kompas.com - 09/02/2009, 20:54 WIB
Editor

JOMBANG, SENIN- Korban tewas saat antre berobat ke dukun cilik Mohammad Ponari (10) di Dusun Kedungsari Desa Balongsari Kecamatan Megaluh, Jombang, bertambah dua lagi, Senin (9/2).

Kali ini yang menjadi korban adalah Mukhtasor (59) warga Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Blitar, dan Marwi, (56), warga Dusun Ngronggot, Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, Jombang.

Mukhtosar meninggal sekitar pukul 13.15 WIB saat menunggu untuk masuk dalam barisan antrean pengobatan yang digelar di halaman rumah Ponari. Saat itu, sebenarnya pengobatan sedang dihentikan untuk memberikan kesempatan Ponari istirahat.
>
Saat meninggal, korban masih berada di luar pagar bambu yang membatasi massa antrean dengan massa yang baru datang. Jaraknya sekitar 200 meter dari halaman rumah Ponari.
>
Suyati, warga Desa/Kecamatan Mojowarno, Jombang, yang saat itu posisinya sempat berdekatan dengan korban berkisah, setelah beberapa waktu lamanya berdesakan menunggu masuk area antrean, Muktasor mendadak mengeluh badannya merasa tidak enak.
>
Laki-laki yang datang sendirian itu, kata Suyati, kemudian menjauh dari kerumunan. “Saya lihat dia lalu dikeroki seseorang,” kata Suyati.

Tapi tak lama sesudah itu, korban terlihat tersengal-sengal, dan mengembuskan napas terakhir. Warga segera menghubungi polisi. Dalam beberapa menit kemudian polisi bersama warga segera mengevakuasi korban dari lokasi ke mobil ambulans milik Puskesmas Megaluh yang sejak pagi bersiaga di lokasi, dan seterusnya dibawa ke kamar jenazah RSD Jombang.

Marwi meninggal sekitar pukul 16.15 WIB. Laki-laki ini datang ke lokasi pengobatan Ponari sebenarnya tidak untuk mencari kesembuhan dari penyakit, melainkan untuk berjualan kacang.

Sore itu, setelah selama sehari berkeliling menjajakan kacang dan minuman, dia berkemas untuk pulang ke desanya, yang berjarak sekitar 15 kilometer dari lokasi, menggunakan sepeda pancal. Namun baru berjalan hendak mengambil sepeda yang dititipkan di penitipan, mendadak pingsan.
>
Warga yang sore itu masih banyak berada di area lokasi pengobatan Ponari, berusaha menolong korban. Tapi pertolongan ala kadarnya itu tidak membawa hasil. Korban meninggal dunia di tempat itu. Polisi bersama warga segera mengevakuasi korban dengan mobil ambulans ke kamar jenazah RSD Jombang.
>
Dengan meninggalnya dua korban kemarin, total sudah empat korban tewas akibat berdesakan ketika berobat ke dukun cilik Ponari. Dua tewas sebelumnya itu, masing-masing Rumiadi, (58), warga Desa Sumberjo, Kecamatan Purwoasri, Kediri, dan Nurul Niftadi (42) warga Dusun Kedungtimongo Desa/Kecamata Megaluh.

Rumiadi meninggal Sabtu (3/1), sedangkan Nurul Niftadi meninggal Minggu (1/2).
>
Kapolres Jombang AKBP Mohammat Khosim dihubungi mengungkapkan, dengan adanya dua korban lagi ini, pengobatan terpaksa dihentikan. Kendati demikian, karena alasan kemanusiaan, dia tidak bermaksud menghentikan pengobatan untuk selamanya.
>
Hanya saja, guna mengurangi risiko jatuhnya korban lagi, akan dibuat sistem baru, baik keluar masuknya alur kendaraan maupun jalur antrean. “Rencana kita buat tiga jalur untuk antrean, yang salah satu jalurnya digunakan khusus untuk orang tua atau manula,” kata Khosim, yang kemarin ikut meninjau ke lokasi. (sutono)
>

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X