Bayar Aborsi pakai Helm Curian

Kompas.com - 04/04/2008, 08:05 WIB
Editor

BANDUNG, JUMAT - Empat pelajar yang diduga merupakan anggota geng motor XTC ditangkap anggota Reskrim Polsekta Bandung Wetan. Mereka tertangkap basah tengah mencuri helm di sebuah kafe. Helm tersebut rencananya akan dijual untuk biaya aborsi.

Keempat pelajar SMA yang kini mendekam di tahanan Mapolsekta Bandung Wetan adalah Agasta Alba (16), Bernard Yuli Kurniawan (18), Yusuf Permana (17), dan seorang siswi, Mamet Sinaga (16). Petugas hingga kemarin masih mencari As aliad De alias Baso yang menurut keempat tersangka merupakan panglima geng motor tersebut. Penangkapan terhadap keempat pelajar ini diawali aksi mereka di depan sebuah kafe di sebelah barat Lapangan Gasibu, Rabu (2/4) malam. Dengan menggunakan tiga motor, lima orang ini berhenti di depan kafe.

Setelah itu, Baso turun dari motor kemudian masuk ke dalam kafe dan pura-pura meminta korek api untuk menyalakan rokoknya. Selanjutnya, Mamet juga turun dari motor dan menuju kios rokok yang berada tak jauh dari tempat kejadian.

Baso lalu berjalan ke arah motornya. Setelah naik dan menyalakan mesin motor, ia mengambil helm milik pengunjung kafe. Sialnya, perbuatan itu diketahui pemiliknya yang langsung berteriak. Baso yang mengendarai Suzuki Crystal langsung tancap gas. Begitu juga dengan empat orang temannya yang mengendarai Honda Karisma dan Honda Grand.

Sialnya, dua motor terakhir malah menabrak sebuah mobil milik pengunjung kafe. Empat orang pelajar itu pun kemudian terjatuh dan mengalami luka-luka. Sedangkan Baso berhasil kabur. Keempat anggota gang motor XTC ini pun kemudian ditangkap oleh petugas Polsekta Bandung Wetan yang saat itu patroli.

Kapolsekta Bandung Wetan, AKP Reynold Hutagalung, didampingi Kanit Reskrim, Ipda Deden Ahmad Yani, mengatakan, dari tangan para tersangka mereka mendapatkan barang bukti lima buah helm merek Ink, dan alat-alat untuk melakukan kejahatan, antara lain satu buah gunting, dua buah cutter, dan satu pisau dapur.

"Helm-helm itu mereka curi di Dago Plaza, BIP dan Gasibu," ujar Reynold kepada wartawan, Kamis (3/4).

Berdasarkan keterangan para tersangka, aksi itu telah direncanakan oleh Baso untuk mencari uang. "Katanya sepulang sekolah mereka berkumpul di warung kelontong yang berada di depan sekolah mereka di Jalan Pahlawan. Kemudian mereka minum minuman keras," ungkap Kepolsekta.

Kemudian, Baso mengajak empat temannya itu pergi dengan menggunakan sepeda motor. Sampailah mereka di Dago Plaza. Di tempat itu, ia menyuruh para tersangka mencari uang karena dirinya sedang butuh uang. (Tribun Jabar/taufik ismail)
 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
Wagub Emil Dardak: Kasus Covid-19 di Jatim Melonjak 3 Kali Lipat

Wagub Emil Dardak: Kasus Covid-19 di Jatim Melonjak 3 Kali Lipat

Regional
Puncak Kasus Covid-19 di Maluku Diprediksi Februari, Satgas: Rumah Sakit Masih Aman...

Puncak Kasus Covid-19 di Maluku Diprediksi Februari, Satgas: Rumah Sakit Masih Aman...

Regional
Siswi SMK Negeri di Padang Wajib Pakai Jilbab, Orangtua Protes dan Datangi Sekolah

Siswi SMK Negeri di Padang Wajib Pakai Jilbab, Orangtua Protes dan Datangi Sekolah

Regional
Polisi Tangkap Geng Pelajar Pembacok 3 Orang di Yogyakarta

Polisi Tangkap Geng Pelajar Pembacok 3 Orang di Yogyakarta

Regional
Yani-Aminatun Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik Terpilih, Qosim-Alif Siap Mendukung

Yani-Aminatun Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik Terpilih, Qosim-Alif Siap Mendukung

Regional
Update Covid-19 di Gunungsitoli, Total Kasus Mencapai 647

Update Covid-19 di Gunungsitoli, Total Kasus Mencapai 647

Regional
Tiga Klaster Ini Dominasi Penambahan Kasus Positif Covid-18 di Bali

Tiga Klaster Ini Dominasi Penambahan Kasus Positif Covid-18 di Bali

Regional
Polisi Tangkap Ayah yang Pukul Anak Gadisnya hingga Gagang Sapu Patah

Polisi Tangkap Ayah yang Pukul Anak Gadisnya hingga Gagang Sapu Patah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X