Senin, 20 Oktober 2014

News / Regional

Banjir di Buton Utara Hanyutkan Tiga Mobil Pejabat

Selasa, 11 Juni 2013 | 23:03 WIB

KENDARI, KOMPAS.com — Curah hujan yang cukup tinggi mengguyur Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/6/2013) dini hari, mengakibatkan jalur transportasi yang menghubungkan Kota Baubau dengan Kabupaten Buton Utara putus.

Ketinggian banjir mencapai 1,5 meter setengah. Tiga mobil dinas milik Pemda Buton Utara yang telanjur melintas di jalan itu ikut terbawa arus banjir. Staf humas dan protokol Pemda Buton Utara, Hamsil, menyatakan, banjir disebabkan oleh luapan sungai di Desa Ronta, Kecamatan Bonegunu. Bencana itu mengakibatkan dua titik di jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan atau putus.

"Mobil Dinas Sekretaris Daerah DT 6, mobil ketua tim penggerak PPK, dan mobil kabag umum hanyut terbawa arus saat melintas jalan tersebut dari arah Buranga kantor Bupati. Beruntung tiga kendaraan itu tersangkut pohon sehingga bisa diselamatkan, tetapi mesinnya sudah rusak," tutur Hamsil dihubungi via telepon, Selasa (11/6/2013) malam.

Dikatakannya, banjir juga merendam ratusan rumah warga di Desa Ronta. Bahkan, sebagian harta benda warga, seperti ternak, ikut hanyut akibat banjir tersebut.

"Hampir tujuh kendaraan tidak bisa melintas di jalan satu-satunya yang menghubungkan Kota Baubau dengan Buton Utara. Sekarang kendaraan sudah bisa menggunakan jalan itu, tapi warga masih trauma, jangan sampai hujan lagi," ujarnya.

Hamsil melanjutkan, banjir yang cukup parah dialami warga juga diduga akibat kegiatan illegal logging di dua kecamatan yang merupakan penghasil kayu olahan.

"Baru kali ini banjirnya cukup parah sampai memutuskan jalur transportasi. Diperkirakan selain curah hujan tinggi, penebangan liar di hulu di Kecamatan Kulisusu Barat dan Kecamatan Bonegunu juga menyumbang banjir. Karena hutannya sudah mulai gundul," tandasnya.


Penulis: Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati
Editor : Farid Assifa