Minggu, 21 September 2014

News / Regional

Harga Jengkol Naik, Pedagang di Solo "Gigit Jari"

Rabu, 5 Juni 2013 | 16:50 WIB

Terkait

SOLO, KOMPAS.com — Melonjaknya harga jengkol tidak bisa dinikmati pedagang di Pasar Gede, Solo. Di saat harga jengkol menembus Rp 50.000 per kilogram, pasokan jengkol justru tidak ada. Hal itu membuat para pedagang jengkol tidak bisa mengeruk keuntungan.

"Saya tahunya juga nonton berita kalau harga jengkol baru naik di daerah lain. Tapi ya gimana, sudah lama saya tidak dapat pasokan jengkol," kata Sugimin, salah satu pedagang di Pasar Gede, Solo, kepada Kompas.com, Rabu (5/6/2013).

Sudah hampir tiga bulan ini para pedagang sayur sudah tidak berjualan jengkol karena barangnya langka. "Kalau jengkol kan panennya hanya setahun sekali, seperti durian Mas, jadi mungkin musim ini petani tidak panen," kata Tukiyem, pedagang sayur lainnya di Pasar Gede, Solo.

Tukiyem juga mengaku kecewa dengan tidak adanya stok jengkol di saat harganya melambung tinggi. Keinginan untuk membiayai sekolah anak dari keuntungan berdagang jengkol hanya tinggal harapan.

"Kalau sebagai pedagang jujur saja harga seperti ini bisa untung besar, Mas, karena sebentar lagi mau tahun ajaran baru, kan bisa buat biaya sekolah," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga jengkol di pasaran mulai tak terkendali hingga menembus angka Rp 50.000 per kilogram. Hal ini juga terjadi pada petai yang menembus Rp 100.000 per kilogram di beberapa daerah di Indonesia. Namun, di Pasar Gede, pasokan jengkol justru menghilang sekitar 3 bulan terakhir ini.


Penulis: Kontributor Surakarta, M Wismabrata
Editor : Farid Assifa