Senin, 1 September 2014

News / Regional

Satwa Dilindungi

Penyitaan Owa-owa dari Ketua DPRD Balikpapan Jadi Pemantik

Sabtu, 4 Mei 2013 | 10:55 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Penyitaan owa-owa piaraan Ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong memang disayangkan, namun diyakini akan jadi pemantik positif bagi pejabat dan masyarakat yang masih memelihara satwa dilindungi, agar menyerahkannya ke Negara.

Danang Anggoro, Kepala Seksi Konservasi BKSDA Wilayah III Kaltim menyayangkan apa yang dilakukan Andi. Sebab, Andi yang adalah pejabat publik, tahu aturan hukum, namun malah memelihara owa, satwa berstatus dilindungi yang sebetulnya hanya bisa dimiliki oleh Negara.

Bahkan memeliharanya di rumah dinas. Setelah diberi pemahaman, barulah Andi bersedia menyerahkan owa-owa jantan berumur 7-10 tahun itu ke BKSDA. Sebelum Andi mau piaraannya dibawa BKSDA, sudah dua warga Kaltim yang duluan menyerahkan owa-owanya ke BSKDA.

Di kantor BKSDA Wilayah III, kini ada tiga owa-owa. Ketua DPRD yang sering dipanggil ABS, sesuai inisial namanya itu, menurut Danang, sudah lama diketahui memelihara owa-owa. "Semoga ada sisi positifnya, mungkin masih ada pejabat legislatif, eksekutif, atau pejabat lain yang memelihara satwa berstatus dilindungi, agar menyerahkan," katanya.

Owa-owa piaraan Andi yang bernama "Boy" ini, ditempatkan di pohon, di halaman rumas dinasnya, dengan kotak kayu kecil sebagai tempat tidur dan berteduh. Lehernya diikat rantai besi, sehingga hanya bisa bergerak di sekitar kotak dan pagar, tembok. Kondisi owa-owa yang sudah jinak ini sehat, namun taringnya sudah hilang.

Meski demikian, taring itu sudah hilang sebelum owa-owa ini dipelihara Andi, yang mendapatkannya dari pemberian seseorang. Saat disita, Kamis lalu, Andi tidak di rumah dinas karena tugas di Jakarta. Ketika ditanyakan mengapa baru sekarang Andi mau menyerahkan owa-owa ke BKSDA, Sekretaris DPRD Balikpapan Jum Ali mengatakan, karena Andi memiliki pertimbangan tersendiri.

"Pertimbangan pak ketua (Andi), tidak ada masalah ketika memelihara, karena di sini diurus dan dilindungi juga. Mau diserahkan ke mana, ya tidak tahu. Jika memang harus diambil BKSDA, ya tidak ada masalah. Intinya, (Andi) mendukung owa-owanya diserahkan," ujar Jum Ali. 


Penulis: Lukas Adi Prasetya
Editor : Robert Adhi Ksp