Rabu, 3 September 2014

News / Regional

Korban Longsor Garut Ditemukan berkat Kerumunan Lalat

Rabu, 1 Mei 2013 | 18:31 WIB

GARUT, KOMPAS.com — Jasad Enoh (53), perempuan yang menjadi korban longsor tanah tebing, Puncak Lancang, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditemukan di bawah batu besar dasar tebing, Rabu (1/5/2013).

"Jasad merupakan korban longsor yang ditemukan di bawah bongkahan batu besar dengan kondisi jasad masih utuh," kata Komandan Koramil Samarang, Kapten Arm Darso, yang ikut membantu proses pengangkatan korban.

Ia mengatakan, penemuan jasad tersebut merupakan yang terakhir dari tiga petani korban tertimbun tanah longsor di lahan Perhutani, Desa Sukakarya, 20 April 2013 lalu.

Dua jasad korban sebelumnya, Elah (49) dan Juhaenah (44), sudah ditemukan tim evakuasi tanggap darurat selama tujuh hari sejak peristiwa longsor.

Jasad Enoh, kata Darso, ditemukan di dasar tebing sekitar pukul 11.45 WIB oleh keluarga korban dibantu masyarakat yang nekat melakukan pencarian korban meskipun sudah dilarang berada di lokasi longsor sejak dihentikannya tanggap darurat, Jumat, 26 April 2013 lalu.

Ia menerangkan, penemuan jasad Enoh berawal dari bau tidak sedap yang bersumber dari bawah batu besar serta ada kerumunan lalat di sekitar batu.

Masyarakat, kata Darso, memfokuskan pencarian dari bawah batu itu menggunakan cangkul dan beberapa perkakas lainnya dengan cara menggali tanah.

Jasad Enoh, lanjut Darso, dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Garut untuk dibersihkan, selanjutnya diserahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkan.

"Korban itu ditemukan oleh keluarga dan masyarakat yang masih melakukan pencarian. Ketika ada penemuan jasad, anggota Koramil dan BPBD langsung membantunya," kata Darso.

Ketiga korban longsor warga Kampung Pangulaan, Desa Parakan, Samarang, tertimbun saat berkebun di lereng lahan Perhutani atau sekitar lokasi operasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, Pertamina Kamojang.


Editor : Farid Assifa
Sumber: