Kamis, 30 Oktober 2014

News / Regional

Polisi Periksa 8 Saksi Kasus Perampokan Rp 2,99 Miliar

Senin, 29 April 2013 | 22:12 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Polrestabes Bandung tengah memeriksa delapan orang saksi terkait kasus perampokan uang senilai Rp 2,99 miliar dari mobil jasa pengisian uang ATM, G4S Securicor, pada Minggu (28/4/2013) kemarin.

"Kita sudah periksa delapan saksi," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Truno Yudho Wisnu Andiko saat ditemui di ruang kerjanya, Jalan Merdeka, Bandung, Senin, (29/4/2013).

Menurut Truno Yudho, delapan orang saksi itu terdiri dari Doly (sopir) dan Deden (teknisi ATM), petugas keamanan internal dan ekternal Securicor, saksi pertama di TKP, dan saksi yang menemukan kedua korban dalam keadaan pingsan.

"Kita periksa, termasuk kedua korban. Kedua korban Doly dan Deden sudah sehat setelah sebelumnya dilukai oleh pelaku. Sekarang sudah bisa memberikan keterangan," jelasnya.

Menurut Truno Yudho, pemeriksaan terhadap delapan orang saksi tersebut mengarah pada pengungkapan para pelaku, termasuk pencarian pengawal mobil Securicor yang diduga bersekongkol dengan para pelaku.

"Pemeriksan saksi ini mengarah kepada pengungkapan para pelaku. Kita akan terus selidiki untuk mengungkap siapa pelakunya," tandas Truno Yudho.

Seperti diketahui, mobil G4S yang dibajak dan dirampok itu dikemudikan Doly dengan didampingi Deden (teknisi ATM) dan satu pengawal yang belum disebutkan namanya. Pengawal itu tidak diapa-apakan oleh pelaku. Sementara Doly dan Deden tangannya diikat dan mulutnya disumpal pakai lakban. Setelah itu keduanya dilumpuhkan dengan cara disetrum.

Kedua korban dibawa keliling dulu oleh pelaku. Setelah itu, korban dibuang di tengah jalan. Sementara pengawal sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.

"Kita belum mau menyimpulkan dulu, apakah pengawal bersekongkol atau tidak, yang pasti kita akan terus melakukan penyelidikan. Kita juga akan selidiki dan sekarang pengawal tersebut sedang kita cari," tegasnya.

Truno Yudho menambahkan, perampokan ini merupakan perbuatan terencana. Pelaku juga sebelumnya diduga telah mempelajari gerak-gerik korban yang bertugas mengisikan uang ke beberapa ATM di Bandung.


Penulis: Kontributor Bandung, Rio Kuswandi
Editor : Farid Assifa