Senin, 1 September 2014

News / Regional

Pekan Budaya

PBD Tunjukan Dayak Bagian dari Bangsa

Minggu, 28 April 2013 | 17:24 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com - Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengatakan Pekan Budaya Dayak (PDB) 2013 menjadi ajang untuk memperkenalkan kepada dunia, mengenai budaya Dayak yang sudah lama ada dan merupakan bagian dari bangsa Indonesia.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Kalbar, Numsuan Madsun, saat dihubungi dari Pontianak, Minggu (28/4/2013), mengatakan, pernyataan Gubernur Cornelis itu disampaikan saat menghadiri pembukaan Pekan Budaya Dayak 2013 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (27/4/2013).

Ia melanjutkan, kegiatan Pekan Budaya Dayak (PBD) akan menjadi agenda tahunan sekaligus promosi bagi etnis Dayak di Kalimantan, untuk menampilkan produk unggulan yang berkualitas baik dari masyarakat adat maupun pemerintah daerah setempat.

"Kegiatan ini akan mendorong percepatan pembangunan Kalimantan di berbagai bidang. Seperti yang diketahui bahwa Kalbar memiliki wilayah yang sangat luas, dan sumber daya alam yang sangat melimpah, bila tidak dikenalkan dan dipromosikan akan rugi sendiri, atau sia-sia," ujarnya.

Untuk itu, ia menambahkan, melalui PBD 2013, semuanya akan ditampilkan, baik dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan, tambang, kerajinan, intan, bahkan sampai kuliner.

Selain itu, sangat diharapkan bisa mengali potensi-potensi di setiap daerah di Kalimantan, terlebih lagi di Kalbar yang memiliki bermacam-macam keindahan seni dan budaya.

"Selama ini seni dan budaya Dayak hanya bisa ditampilkan lewat ajang-ajang tingkat kabupaten/kota, dan provinsi saja, bahkan bisa dikatakan sangat jarang untuk ditampilkan di tingkat nasional," ujar Numsuan.

Padahal, lanjutnya, harus diakui, seni dan budaya yang ada di suku Dayak memiliki keunikan tersendiri, seperti tenun batik, ukiran, dan anyaman.

"Potensi-potensi itulah sebagian contoh yang harus digali dan ditingkatkan lagi untuk bisa lebih bisa dipromosikan di tingkat nasional dan mancanegara, terlebih sebagai rasa kecintaan kita terhadap peninggalan budaya  yang ada," kata Numsuan.

Wakil Presiden Boediono saat membuka PBD 2013 mengatakan, kegiatan itu memberikan kesempatan kepada semua orang untuk memahami, menyayangi, dan ikut memiliki berbagai khazanah budaya di Indonesia.

"Ini sangat penting, terutama kaum orang sebab mereka sebagai dalang masa depan bangsa," kata Boediono.

Sekitar 5.000 masyarakat adat Dayak seluruh Kalimantan di Indonesia memenuhi lokasi kegiatan. "Untaian zamrud Khatulistiwa akan kokoh apabila masing-masing perniknya tersambung dengan pernik-pernik lainnya," kata Boediono.



Sumber: Antara

 


Editor : Agus Mulyadi