Kamis, 30 Oktober 2014

News / Regional

Napi di LP Tanjung Gusta Bentrok Gara-gara Narkoba

Jumat, 26 April 2013 | 19:37 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Sebanyak 17 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tanjung Gusta, Medan, dipindahkan ke tempat Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di Sumatera Utara. Pemindahan itu menyusul terjadinya bentrok antarnapi pada Jumat (26/4/2013) pagi tadi.

"Supaya tidak terjadi bentrok susulan, 17 orang kita pindahkan ke UPT di jajaran Kemhuk dan HAM Sumut," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemhuk dan HAM Wilayah I Sumut, Amran Silalahi, Jumat (26/4/2013).

Para napi tersebut dalam keadaan diborgol diangkut menumpangi tiga mobil pengangkut tahanan dan disebar ke empat wilayah seperti Lapas Pematangsiantar, Tebingtinggi, Binjai, dan Lubukpakam.

Menurut Amran, bentrok antarnapi dipicu pemukulan terhadap napi bernama A Siong terkait utang piutang. Rekan sekamar A Siong menanyakan alasan pemukulan itu hingga berbuntut pemukulan berikutnya. Akibat bentrokan tersebut, napi bernama Suprianto terluka di pelipis dan Murdianto terluka tikaman di punggungnya.

Keributan antara dua kelompok ini terjadi di lapangan lapas. Meski sempat diamankan sipir kapas, keributan kembali terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Akibatnya, seorang napi bernama Cemy alias Alexander mengalami luka parah di bagian kepala. Dia langsung dibawa ke RS Bina Kasih.

"Setelah penusukan, sebenarnya sudah ada penyelesaian, tetapi Alexander memanaskan masalah ini lagi. Dia tidak termasuk dalam dua kelompok ini," kata Amran lagi.

Dia mengakui, ada benda tajam yang digunakan dalam bentrok tersebut, tetapi membantah napi menggunakan belati. "Kasus ini masih diselidiki polisi," singkatnya.

Sementara itu, dari 17 orang narapidana yang dipindahkan, A Siong tidak termasuk dalam rombongan. Salah seorang napi yang dipindahkan adalah Syahputra Sitepu alias Dewa. Dia merupakan pimpinan kelompok yang menganiaya A Siong. Meski tak mau diwawancarai, saat digiring ke mobil yang akan membawanya ke Lapas Pematangsiantar, dia berkata secara berulang-ulang.

"Yang benar disalahkan, yang salah dibenarkan," teriak Dewa.

Sebelumnya, dua kelompok narapidana terlibat bentrok yang mengakibatkan dua orang terluka dan dua orang lagi kritis, Jumat pagi. Pemicunya diduga soal utang piutang narkoba dan judi samkwan.

Informasi dari sumber yang tak mau di sebut namanya, baku hantam terjadi saat A Siong memiliki utang kepada Dewa yang disebut-sebut kepala kamar di lapas tersebut.

"Utangnya minjam pake sabu gitu, ada juga masalah omzet setoran judi samkwan di situ," ungkap sumber tersebut.

Untuk mengamankan situasi, puluhan personel Dalmas Polresta Medan dikerahkan ke lapas. Sejumlah pengunjung menjadi kecewa karena akibat peristiwa ini, jam besuk untuk Jumat ditiadakan dan untuk jam besuk pada Sabtu (27/4/2013) pagi juga ditiadakan karena rencananya akan diadakan upacara hari bakti pemasyarakatan.


Penulis: Kontributor Medan, Mei Leandha
Editor : Farid Assifa