Napi di LP Tanjung Gusta Bentrok Gara-gara Narkoba - Kompas.com

Napi di LP Tanjung Gusta Bentrok Gara-gara Narkoba

Kontributor Medan, Mei Leandha
Kompas.com - 26/04/2013, 19:37 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Sebanyak 17 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tanjung Gusta, Medan, dipindahkan ke tempat Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di Sumatera Utara. Pemindahan itu menyusul terjadinya bentrok antarnapi pada Jumat (26/4/2013) pagi tadi.

"Supaya tidak terjadi bentrok susulan, 17 orang kita pindahkan ke UPT di jajaran Kemhuk dan HAM Sumut," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemhuk dan HAM Wilayah I Sumut, Amran Silalahi, Jumat (26/4/2013).

Para napi tersebut dalam keadaan diborgol diangkut menumpangi tiga mobil pengangkut tahanan dan disebar ke empat wilayah seperti Lapas Pematangsiantar, Tebingtinggi, Binjai, dan Lubukpakam.

Menurut Amran, bentrok antarnapi dipicu pemukulan terhadap napi bernama A Siong terkait utang piutang. Rekan sekamar A Siong menanyakan alasan pemukulan itu hingga berbuntut pemukulan berikutnya. Akibat bentrokan tersebut, napi bernama Suprianto terluka di pelipis dan Murdianto terluka tikaman di punggungnya.

Keributan antara dua kelompok ini terjadi di lapangan lapas. Meski sempat diamankan sipir kapas, keributan kembali terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Akibatnya, seorang napi bernama Cemy alias Alexander mengalami luka parah di bagian kepala. Dia langsung dibawa ke RS Bina Kasih.

"Setelah penusukan, sebenarnya sudah ada penyelesaian, tetapi Alexander memanaskan masalah ini lagi. Dia tidak termasuk dalam dua kelompok ini," kata Amran lagi.

Dia mengakui, ada benda tajam yang digunakan dalam bentrok tersebut, tetapi membantah napi menggunakan belati. "Kasus ini masih diselidiki polisi," singkatnya.

Sementara itu, dari 17 orang narapidana yang dipindahkan, A Siong tidak termasuk dalam rombongan. Salah seorang napi yang dipindahkan adalah Syahputra Sitepu alias Dewa. Dia merupakan pimpinan kelompok yang menganiaya A Siong. Meski tak mau diwawancarai, saat digiring ke mobil yang akan membawanya ke Lapas Pematangsiantar, dia berkata secara berulang-ulang.

"Yang benar disalahkan, yang salah dibenarkan," teriak Dewa.

Sebelumnya, dua kelompok narapidana terlibat bentrok yang mengakibatkan dua orang terluka dan dua orang lagi kritis, Jumat pagi. Pemicunya diduga soal utang piutang narkoba dan judi samkwan.

Informasi dari sumber yang tak mau di sebut namanya, baku hantam terjadi saat A Siong memiliki utang kepada Dewa yang disebut-sebut kepala kamar di lapas tersebut.

"Utangnya minjam pake sabu gitu, ada juga masalah omzet setoran judi samkwan di situ," ungkap sumber tersebut.

Untuk mengamankan situasi, puluhan personel Dalmas Polresta Medan dikerahkan ke lapas. Sejumlah pengunjung menjadi kecewa karena akibat peristiwa ini, jam besuk untuk Jumat ditiadakan dan untuk jam besuk pada Sabtu (27/4/2013) pagi juga ditiadakan karena rencananya akan diadakan upacara hari bakti pemasyarakatan.

PenulisKontributor Medan, Mei Leandha
EditorFarid Assifa
Komentar
Terkini Lainnya
Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
Penumpang KRL Commuter Line Naik 10 Persen pada Lebaran Tahun Ini
Megapolitan
Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi 'Saksi'
Yogyakarta Bukan Tempat Baru untuk Obama, Ayam Ingkung dan Pohon Jambu Jadi "Saksi"
Regional
Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
Ratusan Penumpang Batalkan Keberangkatan dari Stasiun Senen Per Hari
Megapolitan
Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
Di Filipina, Lagu Kebangsaan Harus Dinyanyikan secara Bersemangat
Internasional
Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
Washington: China Pelaku Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia
Internasional
Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
Sakit Lambung Tak Kunjung Sembuh, Gadis Ini Bunuh Diri
Regional
Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
Sekjen Kemenhub Kritik Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Tangga Manual
Megapolitan
FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
FPI: Sejak Awal Habib Rizieq Ingin GNPF-MUI Bertemu Jokowi
Nasional
Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
Sebelum Lompat dari Lantai 18 Apartemen, Pria Ini Tulis Surat untuk Putrinya
Megapolitan
Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
Diawasi, Tarif Tak Wajar Saat Arus Balik, Khususnya Bus
Megapolitan
Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Bawa Senjata Api, TKW dari Jeddah Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Megapolitan
Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
Baru Isi BBM, Suzuki Carry yang Dimodifikasi Meledak di SPBU
Regional
Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
Satu Lagi Pelajar yang Terseret Ombak di Laut Selatan Sukabumi Ditemukan Tewas
Regional
Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
Arus Mudik dan Balik Lebaran, Penumpang Kereta Diprediksi Capai 6 Juta Orang
Regional
Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
Tradisi Balon Udara Dikritik karena Bahayakan Penerbangan, Ini Alasannya
Regional

Close Ads X