Jumat, 24 Oktober 2014

News / Regional

Perempuan Tukang Sayur Jual Ratusan Pil Koplo

Kamis, 25 April 2013 | 20:06 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Seorang perempuan tukang sayur, Ngadinah (51), harus berurusan dengan pihak kepolisian. Sebab, ia diketahui menjual ratusan butir pil koplo jenis Trihexyphenidyl. Ia kemudian ditangkap tim Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Semarang Barat.

Perempuan ini memasarkan barang itu secara terselubung di antara dagangan sayur mayur yang dibuka di kios depan tempat tinggalnya di Jalan Simongan, 49 RT 003 RW 008, Bojongsalaman, Semarang Barat. Biasanya pembeli merupakan anak-anak muda dan para pelajar.

Dari tangan tersangka diamankan 50 kotak pil Trihexyphenidyl 2 mg masing-masing berisi 500 butir. Ngadinah saat ini diamankan pihak kepolisian.

Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan mengatakan, pihaknya masih mengembangkan penyelidikan untuk membongkar kasus ini.

"Biasanya digunakan sebagai penenang, tetapi seharusnya obat ini dijual dengan resep dokter dan ini tanpa izin edar," ujarnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis (25/4/2013).

Kapolsek Semarang Barat Komisaris Yani Permana menambahkan, pihaknya saat ini masih berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang terkait kasus tersebut. Pelaku sementara dijerat Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Berdasarkan pengakuan pelaku, obat-obatan itu didapatkan dari seseorang bernama Agung. Ngadinah mengaku sudah menjual pil ini sejak dua bulan lalu.

"Saya hanya menjualkan. Saya tidak tahu dari mana asalnya. Saya hanya disetori oleh Agung. Per satu boks saya beli Rp 90.000, kemudian saya jual Rp 110.000," katanya.

Menurut Ngadinah, ia menyimpan obat-obatan itu di laci dalam kiosnya. Sementara di meja kios terdapat aneka sayur mayur, seperti bayam, sawi, kol, terung, dan lainnya. Menurut dia, rata-rata pembeli sudah langganan.

"Biasanya tahu dari teman-temannya yang sudah pernah membeli," ujarnya.


Penulis: Kontributor Semarang, Puji Utami
Editor : Farid Assifa