Selasa, 30 September 2014

News / Regional

Penimbunan

1,5 Ton BBM Bersubsidi Disita di Lampung Tengah

Kamis, 25 April 2013 | 19:07 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Lampung Tengah mengungkap praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjelang kenaikan harga. Sebanyak 1,5 ton BBM bersubsidi jenis premium dan solar disita polisi dari sejumlah pelaku.

Kepala Bagian Humas Polres Lampung Tengah Ajun Komisaris Indriyanto yang dihubungi Kamis (25/4/2013) mengatakan, 1,5 ton BBM bersubsidi itu disita dari kendaraan sejumlah tersangka yang tengah mengisi BBM pada Selasa (23/4/2013) malam di SPBU Yukum Jaya, Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

"Mereka menimbun BBM dengan cara mengecor (mengisi berkali-kali) di SPBU Yukum Jaya menggunakan mobil dan sepeda motor yang tangkinya dimodifikasi," ujar Indriyanto.

Polisi menyita dua unit mobil, yaitu minibus Mitsubishi L300 bernomor polisi BE 9773 GK dan Daihatsu Hiline BE 1001 GG. Tangki bensin kedua mobil ini dimodifikasi sehingga mampu menampung BBM sebanyak 150 liter dan 250 liter. Padahal, tangki normalnya masing-masing 47 dan 75 liter.

Polisi juga menyita dua sepeda motor yang digunakan untuk mengecor premium dari SPBU. Tangki sepeda motor ini juga dimodifikasi sehingga mampu menampung 30 liter premium dalam sekali isi. Normalnya, kapasitas tangki sepeda motor jenis bebek dan otomatik ini hanya 4-5 liter.

Dari pengungkapan kasus itu, polisi lalu menahan tiga tersangka pemilik kendaraan, yaitu Salimun, Lina, dan Ashari. Mereka dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Kepada penyidik, para tersangka mengaku mengecor BBM itu untuk keperluan ditimbun lalu dijual kembali dengan harga Rp 6.000-Rp 7.000 per liter. Sementara mereka membeli di SPBU dengan harga subsidi Rp 4.500 per liter.


Penulis: Yulvianus Harjono
Editor : Marcus Suprihadi