Pemkab Barito Utara Alokasikan 300 Unit PLTS - Kompas.com

Pemkab Barito Utara Alokasikan 300 Unit PLTS

Kompas.com - 25/04/2013, 09:08 WIB

MUARA TEWEH, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, pada 2013 kembali mengaloksikan 300 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), untuk meningkatkan pasokan listrik di sejumlah kecamatan wilayah pedalaman daerah itu.

"Saya ini sedang dilakukan persiapan lelang, dan rencananya disalurkan pada Mei 2013," kata Kepala Bidang Energi pada Dinas Pertambangan dan Energi Barito Utara, Sarwo Mulyo di Muara Teweh, Kamis (25/4/2013).

Menurut Sarwo, ratusan unit fasilitas listrik tenaga matahari itu rencananya akan disalurkan untuk sejumlah kecamatan yang desanya tidak mendapat aliran listrik.

Dia mengatakan, saat ini ribuan warga masyarakat tinggal di desa terpencil meliputi enam kecamatan membutuhkan PLTS karena belum tersedia jaringan listrik. "Saat ini sejumlah desa yang akan menerima PLTS itu masih dalam tahap verifikasi," katanya.

Sarwo mengatakan, pada tahun 2012 telah disalurkan 300 unit PLTS untuk tiga desa di wilayah Kecamatan Lahei yakni desa Rahaden 150 unit, Bengahon 10 unit, dan Hurung Enef 50 unit.

Menurut Sarwo, saat ini ribuan warga masyarakat tinggal di desa terpencil, meliputi sembilan kecamatan membutuhkan PLTS karena belum tersedia jaringan listrik.

"Kami bersyukur tahun ini alokasi PLTS untuk warga bertambah dibanding tahun lalu yang hanya puluhan unit," katanya.

Pada 2011 lalu hanya disetujui melalui APBD kabupaten sebanyak 54 unit PLTS untuk dua desa di kecamatan pedalaman. PLTS itu telah disalurkan masing-masing 27 unit untuk warga yang tinggal di pedalaman Sungai Teweh (anak Sungai Barito) yakni Desa Liang Naga, Kecamatan Teweh Tengah, dan Muara Wakat, Kecamatan Teweh Timur.

Puluhan PLTS itu merupakan bantuan dari pemerintah daerah melalui dana APBD kabupaten. Dari Provinsi Kalteng selama dua tahun anggaran atau pada 2010 dan 2011 belum ada bantuan, padahal usulan selalu disampaikan.

"Bantuan PLTS itu untuk membantu masyarakat terpencil yang selama ini tidak mendapat fasilitas aliran listrik," katanya.

Program PLTS ini sudah dilakukan sejak 2006, dan hingga sekarang sudah terpasang sekitar lima ratusan unit di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Teweh Tengah, Gunung Timang, Lahei, Montallat, Teweh Timur, dan Gunung Purei.
     "Ratusan unit itu dipasang untuk rumah tangga, fasilitas pendidikan, dan kesehatan di desa terpencil," katanya.

Satu unit PLTS berupa solar cell berkapasitas 50 watt, aki kering 70 ampere, kotak regulator otomatis, dan lampu neon DC 12 volt.

Selama ini, kecamatan yang belum menikmati listrik dari  PLN hanya Kecamatan Gunung Purei.

Meski di daerah pedalaman itu tersedia pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), namun hanya listrik di pedesaan, sedangkan lima kecamatan lainnya sudah dilengkapi PLTD dari PLN setempat.

"Namun listrik PLN maupun listrik desa hanya menjangkau rumah warga yang tinggal di ibu kota kecamatan, sedangkan masyarakat tidak menikmati listrik masih banyak," katanya.

Sumber: Antara

 

EditorAgus Mulyadi
Komentar

Close Ads X