Sabtu, 22 November 2014

News / Regional

KOLAKA

Mau Jadi Caleg Gerindra? Harus Punya Rp 400 Juta!

Senin, 22 April 2013 | 15:21 WIB

Terkait

KOLAKA, KOMPAS.com — Ketua Partai Gerindra Kolaka Yusnan Gulton menegaskan, uang merupakan salah satu kriteria di Partai Gerindra dalam memilih orang yang masuk di dalam daftar calon sementara (DCS). Setidaknya, setiap calon harus memastikan bahwa dia mempunyai dana sebesar Rp 300-400 juta.

"Saya tegaskan, kami itu ada hitungan finansial. Minimal siapkan Rp 300-Rp 400 juta. Uang ini bukan untuk partai, tapi untuk individu itu. Kan kalau mau cetak baliho harus ada finansial yang cukup," ungkap Yusnan dalam konferensi pers di Kantor Partai Gerindra Kolaka, Jalan Alam Mekongga, Senin (22/4/2013).

Penjelasan Yusnan ini pun terkait dengan kekisruhan yang terjadi di tubuh partai selama ini. Misalnya, beberapa hari yang lalu, Ketua PAC Gerindra Latambaga, Musdalim Zakkir, mundur serta membakar atribut partai di depan kantor mereka karena tidak masuk dalam DCS.

Tentang hal itu, Yusnan berkilah, dari enam Ketua PAC Partai Gerindra Kolaka, ada empat yang terpilih masuk ke dalam DCS. "Walaupun mereka itu adalah kader, kami tetap teguh pada aturan yang telah dibuat. Kita pilih empat orang, berarti sudah lebih dari 50 persen dan ini dinilai cukup," tambah Yusnan.

Yusnan pun menyangkal kalau partai ini hanya untuk kader tertentu. "Teman-teman wartawan pasti bertanya kenapa kader tidak diutamakan? Kenapa orang dari luar partai bisa masuk? Komitmen pengaderan itu bukan suatu pengaderan. Seandainya hal itu berlaku tidak mungkin kita sebarkan seluas-luasnya. Kalau tahun 2009 lalu memang seperti itu, tapi ini tidak, kan sesuai dengan instruksi 08, yaitu Pak Prabowo. Makanya, sangat luas, bisa dari tokoh agama dan masyarakat," tegas Yusnan.

Namun, Yusnan mengaku tidak mengatahui pertimbangan di balik instruksi Prabowo tersebut. Sebagai Ketua Partai Gerindra Kolaka, dia mengaku hanya menjalankan perintah pimpinan Gerindra Prabowo Subianto.


Penulis: Kontributor Kolaka, Suparman Sultan
Editor : Glori K. Wadrianto