Rabu, 1 Oktober 2014

News / Regional

Siswa di TTU Jengkel Jadwal UN Diundur

Senin, 15 April 2013 | 22:19 WIB

KEFAMENANU, KOMPAS.com — Pengunduran jadwal ujian nasional (UN) tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, dari Senin (15/4/2013) ke Kamis (18/4/2013), membuat sejumlah siswa kesal dan jengkel.

"Kemarin hari Sabtu, kami dengar katanya Senin sudah bisa ujian, setelah kami datang tanya, katanya diundur dua hari lagi ke hari Rabu, bahkan informasi terbaru katanya hari Kamis, sehingga membuat kami bingung dan jengkel. Jadi yang betul yang mana ini?" tanya Benny, Thomas, dan Tedy, siswa SMA Negeri I Kefamenanu, Senin (15/4/2013).

Para siswa kesal karena perubahan jadwal yang tidak jelas sangat mengganggu konsentrasi belajar mereka yang selama beberapa bulan terakhir ini telah dipersiapkan dengan matang.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Charles, siswa SMK Negeri II Kefamenanu yang mengaku merasa aneh dengan UN tahun ini. "Kenapa ujian kita tahun ini begini parah? Penundaan yang mendadak seperti ini jelas membuat kami malah tidak konsentrasi untuk menghadapi ujian nanti," beber Charles.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten TTU, Vinsensius Saba, mengatakan, UN baru akan dimulai Kamis (19/4/2013) dan akan berakhir pekan depan tepatnya Selasa (23/4/2013).

"Ini surat langsung dari Menteri Pendidikan Nasional tetapi mereka tidak menyebutkan alasan tertundanya jadwal, tetapi yang sempat kita copy itu adalah percetakannya yang terlambat. Ini yang tertunda hanya provinsi di wilayah Indonesia Tengah. Tadi kita sudah rapat dengan para kepala sekolah untuk menenangkan para siswa agar tetap konsentrasi belajarnya," kata Vinsensius.

Menurut Vinsensius, pihaknya selalu antisipasi bila ada perubahan apa pun yang disampaikan dari pusat. "Kita tidak tahu apakah siswa kecewa atau tidak karena kita tidak pantau langsung," jelas Vinsensius.

Menurutnya, sesuai infromasi yang diperoleh, ada 11 provinsi yang diundur pelaksanaan ujian nasional (UN), termasuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Maka itu, siswa diminta untuk bersabar dan terus belajar.


Penulis: Kontributor Timor Barat, Sigiranus Marutho Bere
Editor : Farid Assifa