Sabtu, 30 Agustus 2014

News / Regional

MAKASSAR

Demo, Mahasiswa STMIK Bakar Komputer Kampus

Senin, 15 April 2013 | 16:37 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Dipanegara, Makassar mengamuk di dalam kampusnya sendiri di Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (15/04/2013). Para mahasiswa ini mengobrak-abrik ruang laboratorium komputer di lantai 3 dan membakar sekitar 20 unit komputer milik kampus.

Selain itu, mahasiswa juga merusak sebagian kaca jendela kampus dan beberapa fasilitas di ruang dosen. Mahasiswa ini awalnya menggelar demonstrasi menolak kebijakan pihak yayasan STIMK Dipanegara. Namun, tak ada satupun pihak yayasan yang menemui mahasiswa sehingga menyulut emosi pendemo dan akhirnya nekat melakukan perusakan.

Presiden Mahasiswa STMIK Dipanegara, Hayatullah mengungkapkan, aksi mahasiswa ini dipicu karena kebijakan kampus yang menaikkan biaya penyelenggaraan pendidikan (BPP) dari 3.000.000 menjadi 3.400.000. Sementara fasilitas akademik yang disiapkan kampus kurang memadai, terlebih akreditasi kampus yang turun menjadi C, dinilai tidak menunjang sarjana-sarjana yang nantinya melamar kerja.

"Kenaikan BPP tak sejalan dengan fasilitas serta tak menunjang teman-teman mahasiswa. Selama ini pihak kampus tidak pernah transparan mengenai statuta atau aturan kampus yang telah ditetapkan. Mahasiswa sudah beberapa kali meminta statuta tersebut namun tidak pernah diberikan pihak kampus. Kami curiga yayasan seenaknya saja membuat aturan, termasuk menaikkan BPP," ujar Hayatullah kesal.

Masalah lainnya, lanjut Hayatullah, adalah pihak kampus melakukan pembohongan publik. Apa yang dipromosikan kampus melalui brosur, tidak sesuai dengan kondisi yang ada.

"Katanya ada lapangan voli dan semua ruang belajar dilengkapi proyektor dan AC, padahal nyatanya hanya sebagian saja yang ada," tambahnya.

Dengan begitu, mahasiswa mengancam akan memboikot kampus hingga waktu yang tak ditentukan jika pihak yayasan tidak memberikan penjelasan terhadap mahasiswa.

Sementara itu, Ketua I BPH STMIK Dipanegara, Edward Foeninggoman yang ditemui Kompas.com mengaku sangat menyesalkan aksi anarkis yang dilakukan mahasiswanya. Ia menerangkan, perwakilan yayasan saat ini sedang berada di luar kota sehingga tidak bisa menemui para mahasiswa.

"Tuntutan mahasiswa ini akan saya sampaikan kepada yayasan," singkatnya.


Penulis: Kontributor Makassar, Hendra Cipto
Editor : Farid Assifa