Jumat, 24 Oktober 2014

News / Regional

Berbagai Kendala Masih Terjadi Dalam Pilkada Serentak

Minggu, 7 April 2013 | 21:25 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Berbagai kendala masih terjadi dalam pemungutan suara pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak tujuh kabupaten di Kalimantan Tengah. Kendala-kendala itu seperti formulir surat undangan C6 tak didistribusikan dan nama warga yang sudah meninggal masih terdaftar sebagai pemilih.

Menurut Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Kalteng Theopilus Anggen di Palangkaraya, Kalteng, Minggu (7/4/2013), ia sempat mengunjungi 10 tempat pemungutan suara (TPS) di Kasongan, ibu kota Kabupaten Katingan menjelang pemungutan suara. Sebagian formulir surat undangan ternyata tid ak disampaikan.

Pemungutan secara bersamaan digelar di Kabupaten Katingan, Sukamara, Lamandau, Barito Timur, Seruyan, Murung Raya, dan Pulang Pisau, Kamis (4/4/2013). Selain masalah formulir, dalam daftar pemilih tetap tercantum nama warga Kasongan yang sudah meninggal tiga tahun lalu.

"Lalu, sejumlah nama terdaftar namun alamatnya tidak jelas. Hanya tercantum, Kelurahan Kasongan Baru. Kalau begitu, susah mencari warga yang dimaksud," ucap Theopilus.

Ia menambahkan, di satu TPS, sebanyak 150 dari total lebih kurang 400 formulir undangan, tidak didistribusikan hingga pukul 16.00, sehari sebelum pemungutan suara. Contoh lain terjadi di Murung Raya. Di TPS 21, Kel urahan Beriwit, Kecamatan Murung, hanya 49 warga memberikan suara.

"Di TPS itu seharusnya ada 570 warga yang memilih. Ada informasi, sebagian besar pemilih itu mobil. Tak menetap. Tapi, rendahnya tingkat partisipasi bukan pelanggaran," katanya. 


Penulis: Dwi Bayu Radius
Editor : Robert Adhi Ksp