Polri Evaluasi Polres Palopo - Kompas.com

Polri Evaluasi Polres Palopo

Kontributor Makassar, Hendra Cipto
Kompas.com - 05/04/2013, 03:38 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengevaluasi kinerja jajaran Polres Palopo terkait kerusuhan yang berujung pembakaran sejumlah bangunan pasca-penetapan pemenang pemilihan wali kota beberapa waktu lalu oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar Kombes Endi Sutendi tidak membantah jika kinerja jajarannya tengah dievaluasi Polri.

Menurutnya, evaluasi yang dilakukan Polri bertujuan untuk kemajuan organisasi kepolisian.

"Kalau masalah evaluasi adalah wewenang dari satuan atas dalam rangka menilai dan sekaligus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas satuan di bawahnya. Berdasarkan ketentuan dan SOP yang berlaku guna kepentingan organisasi. Kapan pun atau setiap saat dilakukan evaluasi adalah hal yang wajar dan bertujuan demi kebaikan serta kepentingan organisasi," kata Endi kepada wartawan, Kamis (4/4/2013).

Saat ini, lanjut Endi, jumlah tersangka dalam kasus kerusuhan dan pembakaran di Palopo terus bertambah. Bahkan, polisi masih mengejar tersangka lainnya.

"Tujuh tersangka sudah ditangkap dan dikirim ke Markas Polda Sulselbar di Makassar guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Mengenai jadwal pemeriksaan calon wali kota Palopo nomor urut 5, Haidir Basir-Thamrin Jufri, selaku penggerak massa, Endi mengatakan dia belum mengetahuinya.

"Saya belum tahu kapan jadwal pemeriksaannya. Namun, tergantung dari penyidiknya. Jelas jika dari hasil pemeriksaan para tersangka ada yang mengarah ke situ, penyidik akan memeriksanya," tambahnya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisKontributor Makassar, Hendra Cipto
    EditorErvan Hardoko
    Terkini Lainnya
    Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
    Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
    Megapolitan
    Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
    Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
    Megapolitan
    Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
    Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
    Megapolitan
    Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
    Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
    Megapolitan
    Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
    Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
    Regional
    Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
    Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
    Megapolitan
    KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
    KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
    Regional
    Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
    Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
    Internasional
    Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
    Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
    Regional
    Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
    Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
    Nasional
    Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
    Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
    Megapolitan
    Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
    Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
    Nasional
    Pengebom Manchester 'Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
    Pengebom Manchester "Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
    Internasional
    Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
    Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
    Megapolitan
    Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
    Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
    Regional

    Close Ads X